PURWAKARTA — Sebanyak 51 unit kendaraan operasional milik PLN UIP JBT kini telah beralih ke motor dan mobil listrik. Dari total 84 armada yang dimiliki, transformasi ini menempatkan perusahaan pelat merah itu pada posisi lebih dari separuh perjalanan menuju target elektrifikasi penuh.
General Manager PLN UIP JBT Kishartanto Purnomo Putro menegaskan langkah ini bukan sekadar penggantian unit kendaraan dinas. Kebijakan tersebut merupakan implementasi nyata dari prinsip keberlanjutan yang diusung perusahaan di tengah transisi energi nasional.
Target 100 Persen Armada Listrik pada 2026
PLN UIP JBT menargetkan seluruh armada operasionalnya berbasis listrik pada akhir 2026. Saat ini, proses konversi masih berjalan dan menyisakan 33 unit kendaraan konvensional yang akan menyusul dialihkan.
Percepatan konversi ini sejalan dengan komitmen perseroan dalam mendukung target Net Zero Emissions (NZE) yang dicanangkan pemerintah. Pengurangan emisi dari sektor transportasi operasional menjadi salah satu kontribusi langsung perusahaan terhadap agenda lingkungan nasional.
Kendaraan Listrik Jadi Bagian Budaya Kerja
Kishartanto menyebut penggunaan kendaraan listrik menjadi cermin penerapan budaya transisi energi di lingkungan internal perusahaan. Ia menekankan bahwa peran PLN tidak hanya menghadirkan sistem kelistrikan yang andal, tetapi juga memastikan gaya hidup ramah lingkungan diterapkan oleh seluruh insan perusahaan.
“Sebagai perusahaan yang berada di garis depan transisi energi, kami tidak hanya berperan dalam menghadirkan sistem kelistrikan yang andal dan ramah lingkungan, tetapi juga memastikan bahwa budaya transisi energi diterapkan dalam aktivitas operasional sehari-hari,” ujar Kishartanto dalam keterangan yang diterima, Jumat (21/8/2026).
Dampak bagi Lingkungan dan Operasional
Peralihan ke kendaraan listrik dinilai mampu menekan biaya operasional jangka panjang, terutama dari sisi perawatan dan konsumsi energi. Kendaraan listrik dikenal memiliki komponen bergerak lebih sedikit dibandingkan mesin pembakaran internal, sehingga biaya servis rutin menjadi lebih rendah.
Dari sisi lingkungan, pengurangan pemakaian bahan bakar fosil pada armada operasional secara langsung memangkas emisi gas rumah kaca. Hal ini memperkuat posisi PLN UIP JBT sebagai unit pembangunan yang tidak hanya fokus pada infrastruktur kelistrikan, tetapi juga pada aspek keberlanjutan dalam setiap proses bisnisnya.
Langkah PLN UIP JBT ini menjadi bagian dari tren elektrifikasi armada di lingkungan BUMN. Sebelumnya, sejumlah anak usaha PLN juga telah memulai program serupa untuk mendukung percepatan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.