JAKARTA - Zainul Arifin dan Nur Ahmadi meraih Tanda Kehormatan Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI atas keberhasilan mengembangkan wisata desa berbasis masyarakat.
Keduanya merupakan penggerak program Desa Sejahtera Astra, masing-masing di Desa Ketapanrame, Mojokerto, dan Desa Wukirsari, Bantul.
Penghargaan diserahkan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan RI, Senin (17/8/2026). Satyalencana Kepariwisataan merupakan tanda kehormatan dari Presiden kepada individu yang berjasa dalam bidang pariwisata.
Taman Ghanjaran dan Sumber Gempong
Di Kecamatan Trawas, Mojokerto, Jawa Timur, Zainul mengembangkan tanah kas Desa Ketapanrame menjadi dua destinasi wisata tersebut.
Pengembangan itu melibatkan berbagai pihak dan memanfaatkan investasi masyarakat yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa), yang turut menggerakkan ekonomi warga serta meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes).
Batik Tulis Giriloyo
Di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Nur mengembangkan wisata Desa Wukirsari dengan tetap mempertahankan lingkungan dan budaya setempat, salah satunya melalui produk batik tersebut.
Batik Tulis Giriloyo membuka peluang ekonomi bagi warga sekaligus memperluas pengenalan Desa Wukirsari di tingkat internasional. Desa Wukirsari kemudian meraih penghargaan The Best Tourism Village 2024 dari United Nations Tourism.
Dukungan Astra
Chief of Corporate Affairs Astra Boy Kelana Soebroto menyampaikan kedua penggerak telah mendapat pendampingan Astra sejak 2023.
"Astra mengapresiasi penghargaan yang diterima oleh kedua penggerak Desa Sejahtera Astra yang telah mendapatkan pendampingan dari Astra sejak tahun 2023 dan berkontribusi memberikan manfaat bagi masyarakat serta memperkuat pengembangan pariwisata berbasis komunitas. Penghargaan ini adalah kemenangan bagi seluruh masyarakat desa yang tak lelah berinovasi dan semoga dapat menularkan inspirasi bagi desa-desa lainnya untuk terus berkarya dan tumbuh bersama Indonesia," ujar Boy.
Kiprah keduanya menjadi bagian dari program Desa Sejahtera Astra yang telah menjangkau 1.533 desa di 35 provinsi, dengan kontribusi sosial lebih dari 16 juta orang, termasuk 6,9 juta tenaga kerja beserta keluarga dan 3 juta penerima manfaat program tersebut.