BANDUNG — Rombongan mahasiswa yang didampingi dosen Ahmad Nada Kusnendar, S.Sos., M.I.Kom., diterima langsung oleh Pemimpin Redaksi PRFM, Iqbal Pratama Putra, di kantor yang berlokasi di Jalan Asia Afrika No. 77. Iqbal memperkenalkan alur kerja redaksi yang tidak lagi sekadar radio konvensional, melainkan media multiplatform yang mengintegrasikan siaran radio, portal berita, dan media sosial.
“Saat ini publik mengakses informasi melalui berbagai kanal. Karena itu, satu peristiwa dapat kami sajikan dalam bentuk siaran radio, artikel di portal berita, unggahan media sosial, hingga video pendek,” ujar Iqbal dalam pemaparannya.
Proses Verifikasi Ketat untuk Informasi dari Warga
Iqbal menjelaskan bahwa salah satu kekuatan utama PRFM adalah tingginya partisipasi masyarakat yang mengirimkan informasi, mulai dari kondisi lalu lintas, peristiwa kebencanaan, hingga pelayanan publik. Namun, ia menegaskan bahwa setiap laporan dari netizen tidak pernah langsung dipublikasikan tanpa melalui proses penyaringan.
“Netizen menjadi mata dan telinga kami di lapangan, tetapi semua informasi harus melalui proses cek dan ricek. Tim redaksi akan memverifikasi lokasi, waktu kejadian, identitas pengirim, membandingkan dengan laporan lain, menghubungi instansi terkait, atau mengonfirmasi kepada reporter,” tegasnya.
Prinsip itu langsung diuji saat sesi diskusi. Rosalina, salah seorang mahasiswa, mempertanyakan mekanisme verifikasi berita dari warga di tengah derasnya arus informasi media sosial. Iqbal menjawab bahwa redaksi memiliki standar operasional yang ketat.
“Kalau hanya menerima foto atau video tanpa identitas yang jelas, kami tidak langsung menayangkannya. Lebih baik sedikit terlambat daripada menyebarkan informasi yang keliru,” katanya.
Dua Topik yang Paling Banyak Dicari Audiens PRFM
Mahasiswa lainnya, Ilham Farid, bertanya tentang tema pemberitaan yang paling menarik perhatian audiens. Iqbal menyebut dua topik yang hampir selalu mendominasi trafik: perkembangan klub sepak bola Persib Bandung dan informasi kondisi lalu lintas.
“Persib memiliki basis penggemar yang sangat besar. Informasi lalu lintas juga tetap menjadi kebutuhan utama masyarakat Bandung. Dua topik ini menjadi kekuatan PRFM karena relevan dengan kebutuhan sehari-hari audiens,” ungkap Iqbal.
Selain itu, redaksi juga memberikan perhatian besar terhadap pelayanan publik, kebijakan pemerintah daerah, cuaca ekstrem, kebencanaan, ekonomi lokal, pendidikan, hingga persoalan sosial yang berdampak langsung kepada masyarakat.
Jurnalis Kini Harus Kuasai Lintas Platform
Dalam kesempatan itu, mahasiswa juga mendapatkan gambaran tentang pola kerja newsroom modern. Seorang reporter tidak hanya dituntut mampu melakukan wawancara dan menulis berita, tetapi juga mengambil foto, merekam video, melakukan siaran langsung, hingga mengelola konten media sosial.
Setelah sesi presentasi dan diskusi, rombongan diajak berkeliling newsroom untuk melihat secara langsung ruang redaksi dan proses produksi konten dari hulu ke hilir. Kunjungan industri ini menjadi bagian dari pembelajaran praktis mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP Unla untuk memahami dinamika industri media di era konvergensi.