BANDUNG — Lahan pertanian seluas satu hektare di Desa Lengkong, Bojongsoang, Kabupaten Bandung, bisa menghasilkan hampir Rp500 juta per tahun dari cabai merah Tanjung. Angka itu dihitung langsung oleh Bupati Bandung Dadang Supriatna saat panen raya di lokasi KDMP Lengkong.
“Setelah saya hitung-hitung, satu hektare lahan bisa menghasilkan hampir Rp500 juta per tahun. Ini potensi yang sangat besar dan bisa menjadi contoh bagi desa-desa lainnya,” ujar Dadang dalam keterangannya, Jumat.
Dengan lahan potensial sekitar 10 hektare di desa tersebut, nilai produksi cabai merah diperkirakan bisa menembus Rp5 miliar per tahun.
Dua Skema Pembiayaan untuk Koperasi Desa
Tantangan utama yang dihadapi koperasi desa adalah permodalan. Pemkab Bandung menyiapkan dua jalur pembiayaan: pinjaman dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Kementerian Koperasi dan UKM, serta Kredit Usaha Rakyat (KUR) perbankan dengan bunga ringan.
“Kita akan dorong permodalannya. Bisa melalui LPDB maupun KUR dengan bunga yang relatif ringan sehingga usaha koperasi bisa berkembang lebih cepat,” kata Dadang.
KDMP Lengkong tidak hanya ditargetkan menjadi produsen, tetapi juga offtaker atau penyalur hasil pertanian warga. Pasar potensial sudah tersedia, yakni sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Bojongsoang dan sekitarnya.
Lahan Tidur Berubah Jadi Kebun Produktif
Kepala Desa Lengkong Agus Salam Rahmat mengatakan, lahan yang kini ditanami cabai merah sebelumnya merupakan tanah milik swasta yang tidak produktif. Melalui kerja sama dengan berbagai pihak, lahan itu diubah menjadi kebun cabai yang mulai memberikan hasil ekonomi bagi warga.
“KDMP hadir untuk mendorong kesejahteraan masyarakat. Kami memanfaatkan lahan yang sebelumnya tidak dimanfaatkan menjadi lahan produktif yang memberikan nilai ekonomi bagi warga,” ujar Agus.
Bupati Dadang menambahkan, model usaha yang dikembangkan KDMP Lengkong sejalan dengan arahan Presiden untuk memperkuat ekonomi desa melalui kelembagaan koperasi yang produktif dan berkelanjutan.
125 Desa Siap Kembangkan Koperasi Serupa
Menurut laporan yang diterima Bupati, sedikitnya 125 desa di Kabupaten Bandung telah menyatakan siap mengembangkan kegiatan usaha melalui Koperasi Desa Merah Putih. Pemkab akan mendorong penguatan kapasitas usaha, pendampingan manajemen, hingga akses pembiayaan agar koperasi desa mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat.
“Saya sangat mengapresiasi. Koperasi Desa Merah Putih Lengkong ini bisa menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Bandung,” kata Dadang.