JAWA BARAT — Undian playoff Eropa untuk Piala Dunia Wanita 2027 yang digelar Kamis lalu menghasilkan peta jalan yang kontras bagi dua perwakilan Kepulauan Inggris. Sebagai unggulan, The Lionesses dianggap mendapat jalur yang relatif ringan, sementara Scotland harus bersiap menghadapi ujian terberat sejak 2019.
Jalur Inggris: Dua Laga Tersisa, Lawan dari Grup Bawah
England akan memulai perjuangan mereka pada 7-13 Oktober melawan Yunani. Jika menang, mereka bertemu pemenang antara Slovakia dan Ukraina di babak kedua pada 26 November hingga 5 Desember.
Kedua leg playoff akan dimainkan di kandang Inggris. Tim asuhan Sarina Wiegman sudah membuktikan keunggulan atas Ukraina saat menang 3-0 di fase grup, Juni lalu.
Inggris finis di posisi kedua Grup A3 dengan 15 poin, tertinggal dari Spanyol karena rekor head-to-head. Mereka kalah 0-4 di Mallorca pada Juni setelah menang 1-0 di Wembley pada April.
Swedia Jadi Momok bagi Scotland
Nasib berbeda dialami Scotland. Mereka harus mengalahkan Ceko di babak pertama, lalu berhadapan dengan Swedia—semi-finalis tiga dari empat edisi Piala Dunia terakhir—di babak kedua.
Swedia sendiri akan memulai playoff melawan Lituania. Scotland hanya sekali tampil di Piala Dunia, yakni pada 2019. Untuk menembus Brasil, mereka butuh hasil terbaik dalam sejarah tim.
Wales Jumpa Norwegia, Irlandia Utara Hadapi Islandia
Wales, yang belum pernah lolos ke Piala Dunia, akan menghadapi Albania di ronde pertama. Pemenangnya bertemu Romania atau Norwegia—laga yang berpotensi mempertemukan Wales dengan mantan manajer mereka, Gemma Grainger, yang kini menukangi Norwegia.
Sementara itu, Irlandia Utara yang memburu tiket perdana ke Piala Dunia harus melewati Islandia, tim dari League A.
Irlandia Diunggulkan, Empat Tiket Otomatis untuk Eropa
Republik Irlandia, yang finis sebagai unggulan setelah mengalahkan Belanda di kualifikasi, akan menjamu Kazakhstan di babak pertama. Jika lolos, mereka berpotensi bertemu Belgia atau Polandia. Irlandia ingin tampil di Piala Dunia kedua berturut-turut.
Perubahan format besar-besaran membuat Eropa hanya mendapat empat jatah otomatis untuk edisi 2027, turun drastis dari sembilan tiket pada turnamen sebelumnya. Akibatnya, jalur playoff menjadi jauh lebih panjang dan ketat.