Pencarian

30 Anak dari Tiga Kecamatan di Cirebon Belajar Membatik di Trusmi Peringati Hari Anak Nasional

Rabu, 17 Juni 2026 • 15:51:32 WIB
30 Anak dari Tiga Kecamatan di Cirebon Belajar Membatik di Trusmi Peringati Hari Anak Nasional
Anak-anak dari tiga kecamatan di Cirebon belajar membatik di sentra industri BT Batik Trusmi.

CIREBON — Puluhan anak dari tiga kecamatan di Kabupaten Cirebon mendapat kesempatan belajar membatik langsung di sentra industri BT Batik Trusmi. Mereka diajari memegang canting dan melukis motif di atas kain oleh para perajin setempat. Kegiatan itu menjadi rangkaian peringatan Hari Anak Nasional yang digelar pada pertengahan Juni lalu.

Mengapa Batik Dipilih sebagai Materi Pelatihan?

Kepala DPPKBP3A Kabupaten Cirebon, Indra Fitriani, mengatakan batik merupakan identitas budaya yang harus dijaga keberlangsungannya. Kabupaten Cirebon memiliki ratusan motif batik yang telah dikenal luas di tingkat nasional maupun internasional.

“Kalau kita tidak mengenalkan dari sejak dini kepada anak-anak kita, kepada generasi muda kita, kapan kita bisa mengembangkan batik ini lebih dalam lagi?” ujar Fitri dalam keterangan yang diterima redaksi.

Menurutnya, pelatihan ini menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya daerah. Anak-anak tidak hanya belajar teknik membatik, tetapi juga memahami filosofi dan nilai budaya yang terkandung dalam setiap motif khas Cirebon.

Harapan Bupati: Batik sebagai Identitas yang Diteruskan Generasi Muda

Bupati Cirebon Imron menyambut baik inisiatif pelatihan membatik tersebut. Ia menilai pengenalan budaya lokal kepada anak-anak merupakan bagian penting dalam membentuk karakter generasi muda yang mencintai daerah dan bangsanya.

“Anak-anak Kabupaten Cirebon harus bangga terhadap budaya daerahnya sendiri. Batik bukan hanya warisan budaya, tetapi juga identitas yang harus dijaga dan diteruskan oleh generasi muda,” kata Imron.

Bupati berharap kegiatan serupa terus digelar agar anak-anak memiliki ruang untuk belajar, berkreasi, dan mengenal kekayaan budaya yang dimiliki Kabupaten Cirebon. “Melalui kegiatan seperti ini, anak-anak tidak hanya belajar membatik, tetapi juga belajar mencintai budaya, menghargai karya leluhur, dan menjaga identitas daerahnya,” imbuhnya.

Menyiapkan Seniman Batik Muda dari Kalangan Anak-Anak

Fitri menambahkan, pelestarian batik tidak bisa hanya dilakukan oleh para perajin dewasa. Anak-anak perlu dilibatkan agar memiliki kedekatan emosional dengan warisan budaya daerahnya.

“Bukan untuk apa-apa, tapi untuk melestarikan batik Kabupaten Cirebon supaya tetap lestari dan generasi muda tetap akan mencintai batik, dan ada seniman-seniman batik di Kabupaten Cirebon dari kalangan generasi muda,” ujarnya.

Selain memberikan pengalaman baru, pelatihan membatik di Trusmi juga menjadi ruang bagi anak-anak untuk berekspresi dan mengembangkan kreativitas. Pemkab Cirebon berharap batik tidak sekadar bertahan sebagai warisan budaya, tetapi terus berkembang melalui sentuhan dan inovasi generasi muda di masa mendatang.

Bagikan
Sumber: ciremaitoday.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks