SUBANG — Kabupaten Subang resmi menyandang status darurat sampah di Jawa Barat setelah produksi sampah harian mencapai 600 ton dan menyebabkan pencemaran serta kerusakan lingkungan. Kondisi ini mendorong TNI AD menunjuk Kodim 0605/Subang sebagai penggerak utama penanggulangan sampah di daerah tersebut.
Penunjukan Langsung dari Markas Besar TNI AD
Penunjukan itu diputuskan dalam rapat koordinasi yang digelar di Markas Besar Angkatan Darat, dihadiri KASAD, Gubernur Jawa Barat, serta para bupati dan wali kota se-Jawa Barat. Dalam forum itu, seluruh Dandim di Jawa Barat diminta menjadi koordinator lapangan penanggulangan sampah di masing-masing wilayah.
Dandim 0605/Subang, Letkol Czi Asep Saepudin, ditunjuk sebagai Ketua Pelaksana kegiatan penanggulangan sampah di Kabupaten Subang. Subang dipilih menjadi daerah percontohan karena kondisinya sudah masuk kategori darurat sampah.
Jalan Rusak ke TPA Jadi Penghambat Utama
Langkah awal yang mendesak, menurut Letkol Asep, adalah perbaikan jalan menuju Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Pasir Kuda di Kecamatan Cipeundeuy. Jalan akses menuju TPA itu sudah rusak parah sehingga tidak bisa dilalui kendaraan pengangkut sampah.
“Kondisi TPA yang jalan menuju ke TPA Pasir Kuda Cipeundeuy sudah rusak, sehingga tidak bisa dilalui oleh kendaraan pengangkut sampah, yang harus dibenahi oleh pemerintah daerah,” ujar Letkol Asep, Senin lalu.
Perubahan Paradigma Warga Jadi Kunci
Selain perbaikan infrastruktur, Kodim Subang juga akan mempercepat kesepakatan dengan Pemkab Subang untuk mengeksekusi program pengelolaan sampah. Diskusi intensif dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Pemkab terus dilakukan agar sampah tidak lagi menjadi sumber penyakit.
“Agar sampah itu tidak menjadi buang penyakit, dan malapetaka bagi masyarakat, justru akan menjadi berkah dan meningkatkan perekonomian masyarakat,” tandasnya.
Letkol Asep menilai perubahan paradigma masyarakat menjadi kunci utama perbaikan tata kelola sampah, terutama dengan mendorong pengelolaan sejak dari hulu. Visi ke depan, sampah harus berubah dari sumber masalah menjadi penggerak ekonomi warga.