JAWA BARAT — Tak ada gol tercipta dalam 45 menit pertama duel Grup [asumsikan Grup X] Piala Dunia 2026 ini. Duel berjalan sengit dengan jual-beli serangan, namun penyelesaian akhir yang buruk membuat papan skor tetap nihil hingga turun minum.
Dua Peluang Emas Belanda Gagal Berbuah Gol
Tim Oranye langsung tancap gas sejak menit awal. Donyell Malen jadi ancaman pertama di menit ke-3, tetapi sepakannya masih bisa ditepis kiper Jepang, Zion Suzuki.
Peluang terbaik Belanda datang di menit ke-34 lewat skema sepak pojok. Tandukan Malen kembali digagalkan Suzuki. Bola liar jatuh ke kaki pemain Belanda, umpan silang diluncurkan lagi, namun sundulan Micky van de Ven melambung di atas gawang. Satu menit berselang, tembakan Cody Gakpo juga tak mengarah ke sasaran.
Jepang Balas Tekan, Hiroki Ito dan Keito Nakamura Gagal
Samurai Biru tak tinggal diam. Mereka mulai menguasai bola dan menekan pertahanan Belanda. Hiroki Ito melepaskan tembakan jarak jauh pada menit ke-28, tapi bola masih melambung di atas mistar gawang Bart Verbruggen.
Jelang turun minum, Jepang mendapat dua peluang beruntun. Keito Nakamura gagal memanfaatkan bola di dalam kotak penalti pada menit ke-43. Ayase Ueda juga menyia-nyiakan kesempatan di menit ke-45. Kedua tembakan melenceng dari target.
Statistik Babak Pertama: Sama-sama Agresif, Sama-sama Mandul
- Penguasaan bola: Belanda 52% - 48% Jepang
- Tembakan total: Belanda 5 - 3 Jepang
- Tembakan tepat sasaran: Belanda 2 - 0 Jepang
- Pelanggaran: Belanda 4 - 2 Jepang
Data di atas menunjukkan intensitas tinggi, namun ketajaman lini depan jadi masalah utama kedua tim. Belanda unggul dalam hal percobaan, tetapi Jepang lebih banyak mengancam lewat serangan balik cepat di sisa waktu babak pertama.
Susunan Pemain dan Taktik Awal
Pelatih Belanda menurunkan formasi menyerang dengan trio Gakpo, Malen, dan Summerville di lini depan. Virgil van Dijk memimpin pertahanan bersama Micky van de Ven. Jepang mengandalkan Takefusa Kubo sebagai kreator serangan, didukung Ayase Ueda sebagai ujung tombak. Kiper Zion Suzuki tampil gemilang dengan dua penyelamatan krusial.
Babak kedua diprediksi akan berjalan lebih terbuka. Kedua tim butuh kemenangan untuk menjaga asa lolos ke fase gugur. Siapa yang lebih dulu memecah kebuntuan?