BOGOR — Perlintasan kereta api di Jalan Sholeh Iskandar, Kota Bogor, menjadi momok bagi warga yang melintas setiap hari. Lokasi yang tak dilengkapi palang pintu ini dinilai sangat berbahaya dan telah merenggut nyawa berkali-kali dalam beberapa tahun terakhir.
Warga yang tinggal di sekitar perlintasan mengaku sudah tak tahan dengan kondisi tersebut. Mereka mendesak pemerintah kota dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk segera memasang pagar pembatas permanen di sepanjang jalur rel yang membelah jalan raya itu.
Korban Berjatuhan di Titik Buta
Menurut keterangan warga, perlintasan di Jalan Sholeh Iskandar berada di tikungan dan memiliki medan pandang yang terbatas. Pengendara motor atau pejalan kaki kerap tidak melihat kereta yang melaju dari arah tertentu hingga semuanya terlambat.
"Sudah banyak korban di sini. Ada yang meninggal di tempat, ada juga yang luka parah. Kami takut setiap kali mau lewat," ujar seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya.
Kondisi makin parah saat malam hari. Penerangan yang minim membuat perlintasan ini seperti jebakan maut bagi pengguna jalan yang tak familiar dengan rute tersebut.
Desakan Warga: Pagar Pembatas Bukan Palang Pintu Biasa
Warga menilai pemasangan palang pintu standar tak akan cukup. Mereka meminta pagar pembatas berupa portal besi yang menutup total akses saat kereta lewat, seperti yang sudah diterapkan di beberapa perlintasan rawan di kota-kota besar lain.
"Kalau palang pintu biasa, masih bisa diterabas. Harus ada pagar yang benar-benar mengunci jalan. Ini soal nyawa," tambah warga lainnya yang ditemui di lokasi.
Apa Kata Pemkot Bogor?
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Dinas Perhubungan Kota Bogor maupun PT KAI Daop 1 Jakarta mengenai rencana pemasangan pagar pembatas di titik tersebut. Namun, warga berharap pemerintah tak menunggu korban berikutnya untuk bertindak.
Perlintasan Jalan Sholeh Iskandar bukan satu-satunya titik rawan di Kota Bogor. Sejumlah perlintasan sebidang lain di kota hujan ini juga masih beroperasi tanpa pengaman memadai, menjadikan keselamatan pengguna jalan sebagai taruhan setiap harinya.