BOGOR — Dedie Rachim hadir di Markas PMPP TNI yang berlokasi di Sentul, Kabupaten Bogor, dalam rangkaian peringatan Hari Penjaga Perdamaian PBB. Kedatangannya disambut langsung oleh jajaran pimpinan pusat misi yang membawahi pelatihan dan pengiriman personel TNI ke zona konflik global.
Penghormatan untuk Personel Misi Perdamaian
Peringatan ini menjadi pengingat atas kontribusi Indonesia yang konsisten mengirimkan personel TNI ke berbagai misi PBB sejak era 1950-an. PMPP TNI sendiri menjadi pusat pelatihan standar internasional bagi prajurit yang akan bertugas di bawah bendera PBB.
Dedie menyebut bahwa peran penjaga perdamaian tidak hanya soal operasi militer, tetapi juga misi kemanusiaan dan rekonstruksi pasca-konflik. "Ini adalah bentuk nyata diplomasi Indonesia di kancah global," ujarnya dalam sambutan singkatnya di lokasi.
Sentul: Pusat Pelatihan Berstandar Dunia
Kawasan Sentul memang dikenal sebagai pusat pelatihan militer internasional. PMPP TNI telah melatih ribuan personel dari berbagai negara sahabat. Fasilitas di kompleks ini dirancang untuk mensimulasikan kondisi lapangan di daerah konflik, seperti Afrika dan Timur Tengah.
Kunjungan Wali Kota Bogor ini juga menjadi ajang diskusi tentang sinergi antara pemerintah kota dan TNI dalam menjaga stabilitas daerah. Dedie menekankan pentingnya nilai-nilai perdamaian yang ditanamkan sejak tingkat kelurahan dan RW.
Momen Refleksi di Tengah Tugas Berat
Hari Penjaga Perdamaian PBB jatuh setiap 29 Mei. Peringatan tahun ini terasa istimewa karena bertepatan dengan berbagai operasi darurat kemanusiaan yang masih berlangsung di beberapa negara. Indonesia saat ini menempatkan lebih dari 2.700 personel di berbagai misi PBB.
Dedie Rachim berharap kunjungan ini bisa mendorong kesadaran publik tentang pengorbanan para prajurit yang bertugas jauh dari keluarga. "Mereka adalah kebanggaan bangsa yang bekerja dalam senyap," tambahnya.