BOGOR — Kenaikan tarif pajak air tanah hingga 120 persen di Kabupaten Bogor mendapat sorotan tajam dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin) setempat. Kebijakan yang mulai berlaku ini dinilai langsung membebani biaya operasional pelaku usaha, khususnya sektor manufaktur dan perhotelan yang bergantung pada pasokan air tanah.
Beban Operasional Melonjak di Tengah Pemulihan Ekonomi
Ketua Kadin Kabupaten Bogor menyebutkan kenaikan ini terjadi di saat dunia usaha masih dalam masa pemulihan pasca-pandemi. “Kenaikan 120 persen bukan angka yang kecil. Ini langsung terasa di laporan keuangan bulanan perusahaan,” ujarnya dalam keterangan yang diterima, Selasa.
Para pengusaha khawatir kebijakan ini justru akan menghambat ekspansi usaha dan perekrutan tenaga kerja baru. Padahal, Kabupaten Bogor selama ini menjadi salah satu destinasi investasi utama di Jawa Barat karena infrastruktur dan akses pasar yang relatif baik.
Kadin Dorong Stimulus: Insentif atau Restrukturisasi?
Menghadapi situasi ini, Kadin meminta Pemerintah Kabupaten Bogor tidak hanya berhenti pada penetapan tarif baru. Mereka mendorong adanya stimulus pendamping, seperti insentif pajak daerah lain atau keringanan pembayaran untuk sektor usaha tertentu yang paling terdampak.
“Kami minta ada kebijakan kompensasi. Misalnya, pelaku usaha yang taat pajak atau yang memiliki sertifikasi lingkungan bisa mendapat keringanan,” tambahnya. Kadin juga membuka ruang dialog dengan Dinas Pendapatan Daerah untuk membahas skema restrukturisasi pembayaran.
Apa Langkah Pemkab Selanjutnya?
Hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Kabupaten Bogor belum memberikan pernyataan resmi terkait tuntutan stimulus dari Kadin. Namun, Kadin optimistis bahwa Pemkab akan merespons karena kontribusi sektor swasta terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) cukup signifikan.
Para pelaku usaha berharap ada titik temu sebelum kebijakan ini berdampak lebih luas pada perlambatan ekonomi di tingkat lokal. Jika tidak ada penyesuaian, bukan tidak mungkin sejumlah perusahaan akan mempertimbangkan relokasi atau efisiensi besar-besaran.