CIANJUR — Para petani di kawasan selatan Cianjur kini mulai bisa mengolah sawahnya dengan bantuan traktor dan rotavator. Alat pertanian bermesin itu disalurkan melalui program pendampingan anggota DPRD Jawa Barat yang berkantor di Komisi IV.
Anggota Komisi IV DPRD Jabar Abdul Karim mengatakan, bantuan tersebut berasal dari Kementerian Pertanian dan diharapkan mampu memangkas waktu pengolahan lahan yang selama ini memakan waktu lama.
"Kami akan terus mendorong berbagai bantuan alat bermesin dari pemerintah provinsi dan pusat masuk ke kelompok tani yang ada di Cianjur, sehingga mereka dapat dengan mudah mengolah lahan agar hasil produksinya meningkat," kata Abdul Karim di Cianjur, Jumat.
Mengubah Kebiasaan Lama: Dari Sapi dan Kerbau ke Mesin
Selama bertahun-tahun, petani di Cianjur selatan masih mengandalkan hewan ternak seperti sapi atau kerbau untuk membajak sawah. Cara ini tidak hanya memakan waktu, tetapi juga membatasi jumlah masa tanam dalam setahun.
Dengan hadirnya traktor dan rotavator, pengolahan lahan bisa selesai dalam hitungan jam, bukan hari. Abdul Karim menambahkan, percepatan ini penting agar pola tanam bisa bertambah, terutama jika saluran irigasi berfungsi dengan baik saat musim kemarau tiba.
Irigasi Jadi Prioritas Berikutnya
Bantuan alat mesin pertanian saja tidak cukup. Abdul Karim mendorong Dinas terkait di Pemprov Jawa Barat untuk segera menyalurkan bantuan perbaikan dan pembangunan irigasi di Cianjur.
"Kami pastikan saluran irigasi dapat menyimpan air saat musim kemarau, sehingga petani tidak lagi kesulitan mengaliri sawahnya," ujarnya.
Menurut dia, Gubernur Jawa Barat telah memprioritaskan anggaran yang cukup besar setiap tahunnya untuk pengembangan pertanian di Cianjur. Dana itu, kata Abdul Karim, harus bisa dimanfaatkan pemerintah daerah untuk meningkatkan produksi beras asli Cianjur dan produk pertanian unggulan lainnya.
"Gubernur Jabar memprioritaskan bantuan anggaran untuk pengembangan pertanian di Cianjur, sehingga dapat dimanfaatkan pemerintah daerah dalam meningkatkan produksi pertanian terutama beras asli Cianjur dan produk pertanian unggulan lainnya," kata dia.
Bantuan Tak Hanya untuk Petani
Abdul Karim menegaskan, pendampingan yang dilakukan tidak terbatas pada sektor pertanian. Pihaknya juga mengawal pendistribusian bantuan untuk pelaku seni dan budaya di masing-masing kecamatan di Cianjur.
Menurut dia, pelestarian warisan budaya lokal menjadi bagian penting dari pembangunan daerah yang tidak boleh ditinggalkan. "Kami akan terus mengawal bantuan untuk berbagai kalangan di Cianjur termasuk pelaku seni dan budaya," pungkasnya.