Pencarian

Banjir Palutungan: Bupati Kuningan Perintahkan Perbaikan Drainase, Warga Diminta Tak Abaikan Alih Fungsi Lahan

Kamis, 21 Mei 2026 • 14:05:58 WIB
Banjir Palutungan: Bupati Kuningan Perintahkan Perbaikan Drainase, Warga Diminta Tak Abaikan Alih Fungsi Lahan
Bupati Kuningan menginstruksikan perbaikan drainase di kawasan wisata Palutungan pasca banjir.

KUNINGAN — Instruksi Bupati Kuningan untuk segera membenahi sistem drainase di kawasan wisata Palutungan menjadi angin segar di tengah keresahan warga. Banjir yang terjadi beberapa waktu lalu memicu pertanyaan publik soal kesiapan infrastruktur di destinasi alam tersebut.

Namun, perbaikan saluran air hanyalah solusi permukaan. Sejumlah pengamat kebijakan publik menilai, persoalan di Palutungan jauh lebih kompleks dari sekadar drainase tersumbat.

Wisata Tumbuh Cepat, Daya Dukung Alam Menurun

Palutungan selama ini dikenal sebagai kawasan hijau penyangga lereng Gunung Ciremai. Dalam beberapa tahun terakhir, pembangunan vila, kafe, glamping, dan tempat usaha tumbuh pesat. Ekonomi warga memang ikut bergerak, tetapi alam memiliki batas.

Tanah resapan mulai tertutup bangunan dan betonisasi. Akibatnya, air hujan kehilangan ruang masuk ke tanah dan langsung membebani saluran drainase. Ketika hujan deras, saluran sebesar apa pun bisa kalah jika lingkungan di sekitarnya sudah melemah.

Audit Lingkungan Jadi PR Berikutnya

Pemerintah daerah kini dituntut tidak berhenti pada normalisasi drainase. Langkah berikutnya yang dinilai jauh lebih penting adalah audit lingkungan menyeluruh. Mulai dari evaluasi tata ruang, pengawasan pembangunan, hingga penataan kawasan resapan.

Dadan Satyavadin, pemerhati kebijakan publik yang menulis analisis di media lokal, menekankan bahwa wisata alam hidup dari alamnya. “Ketika alam mulai kehilangan kemampuan melindungi dirinya, saat itulah pembangunan harus mulai dikoreksi,” tulisnya.

Disiplin Lingkungan Warga Jadi Kunci

Selain kebijakan pemerintah, masyarakat juga perlu membangun disiplin lingkungan bersama. Di beberapa titik, pembangunan di pinggir jalan masih terlihat kurang memberi ruang drainase yang memadai. Persoalan lingkungan tidak selalu lahir dari kebijakan besar, tetapi kadang dari kebiasaan kecil yang dianggap biasa.

Faktor cuaca ekstrem memang nyata terjadi di banyak daerah. Namun, pemerintah tidak boleh terus berlindung di balik alasan cuaca apabila pola gangguan lingkungan mulai berulang.

Masa Depan Wisata Palutungan Dipertaruhkan

Jika wisata hanya dibangun untuk ramai hari ini tanpa menjaga keseimbangan alam, masa depan Palutungan bisa terancam. Bukan hanya lingkungan yang hilang, tetapi juga potensi ekonomi jangka panjang dari sektor wisata alam itu sendiri.

Instruksi bupati memperbaiki drainase adalah langkah awal. Tapi langkah berikutnya—keberanian menyeimbangkan investasi dengan konservasi—akan menentukan apakah Palutungan tetap hijau atau perlahan kehilangan daya tariknya.

Bagikan
Sumber: kuninganmass.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks