JAWA BARAT — Imbauan ini disampaikan Wagub Erwan di tengah persiapan matang yang dilakukan pihak kepolisian dan panitia pelaksana. Pertandingan yang akan digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) ini diprediksi akan menyedot perhatian puluhan ribu suporter. Momentum ini, menurut Erwan, harus dirayakan dengan sukacita, bukan justru diwarnai insiden yang merugikan.
Pesan Wagub: Euforia Wajar, Anarki Jangan
"Kami mengajak seluruh masyarakat, khususnya Bobotoh, untuk bersama-sama menjaga situasi yang kondusif," ujar Erwan dalam pernyataan resminya, dikutip dari laman Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Ia menekankan bahwa euforia mendukung tim kesayangan adalah hal yang wajar, namun harus tetap dalam koridor ketertiban.
Erwan juga menyoroti pentingnya peran semua pihak, bukan hanya suporter di dalam stadion. Warga sekitar lokasi pertandingan dan pengguna jalan yang melintas pun diminta untuk ikut berpartisipasi menciptakan lingkungan yang nyaman. "Keamanan adalah tanggung jawab kita bersama," tegasnya.
Koordinasi Ketat dengan Aparat Keamanan
Imbauan Wagub ini bukan sekadar seremonial. Pemerintah daerah telah berkoordinasi intensif dengan jajaran Kepolisian Daerah Jawa Barat dan TNI untuk mengantisipasi segala potensi gangguan. Pengamanan berlapis akan diterapkan, mulai dari jalur menuju stadion hingga area tribun penonton.
Selain aspek keamanan fisik, pihaknya juga mengingatkan agar Bobotoh tidak melakukan aksi konvoi yang berpotensi mengganggu arus lalu lintas dan ketertiban umum. "Kami ingin pertandingan ini berjalan lancar, meriah, dan meninggalkan kesan positif bagi semua," tambah Erwan.
Lebih dari Sekadar Pertandingan: Citra Jawa Barat
Laga Persib vs Persijap bukan hanya soal rivalitas di atas lapangan hijau. Bagi pemerintah provinsi, momen ini adalah ajang untuk menunjukkan kedewasaan berolahraga masyarakat Jawa Barat. Sejarah mencatat, beberapa laga besar sebelumnya sempat diwarnai kericuhan yang mencoreng nama baik sepak bola nasional.
Dengan imbauan yang disampaikan sejak dini, Wagub berharap tidak ada celah bagi oknum-oknum yang ingin memanfaatkan situasi. "Jadikan stadion sebagai tempat silaturahmi, bukan ajang adu fisik. Tunjukkan bahwa Bobotoh adalah suporter yang cerdas dan berbudaya," pungkasnya.