USB YPKP Bandung dan PTPN I Jalin Kerja Sama Cetak Talenta Hijau, Buka Riset dan Magang Gratis

Penulis: Uki Damayanti  •  Rabu, 30 September 2026 | 12:16:31 WIB
Direktur Utama PTPN I, Abdul Rivai Ras, menjadi narasumber utama dalam kuliah umum di USB YPKP Bandung.

BANDUNG — Direktur Utama PTPN I, Abdul Rivai Ras, hadir sebagai narasumber utama dalam kuliah umum tersebut. Ia menyebut kolaborasi ini sebagai bentuk pengabdian korporasi negara untuk membangun ekosistem industri hijau sejak dari kampus.

Menurut Rivai, kampus berperan sebagai laboratorium hidup tempat karakter dan pola pikir mahasiswa ditempa sebelum masuk dunia kerja. Kerja sama dengan USB YPKP diarahkan agar mahasiswa bisa mengembangkan kompetensi di bidang industri hijau begitu lulus.

Kampus Hijau Jadi Titik Awal Penyiapan Talenta

Rektor USB YPKP Bandung, Prof. Diana Sari, menyatakan konsep kampus hijau sudah lama menjadi program unggulan institusinya. Sejumlah aksi sudah dijalankan, mulai dari penanaman lebih dari 1.000 pohon hingga program Green Action.

Kampus juga berencana menanam tambahan 1.000 pohon di kawasan Bandung Utara yang mengalami pengundulan. "Kami seperti gayung bersambut. Kami sudah memiliki program dan ternyata PTPN I pun juga concern terhadap climate change dan isu lingkungan," ungkap Diana.

USB YPKP terpilih sebagai satu dari lima universitas di Jawa Barat yang dipercaya mengampu program KKN pengelolaan sampah di Kota Bandung. Kampus telah merintis pembuatan panel surya skala terbatas hasil inovasi dosen internal.

"Kami biasakan untuk bagaimana kita save energy di sini, pengelolaan air, pengelolaan listrik di kampus, tetapi bukan hanya itu, tetapi juga bagaimana menggunakan teknologi dalam pengelolaan energy saving," tambahnya.

Peluang Karier Terbuka bagi Lulusan Lintas Disiplin

Sektor perkebunan modern tidak hanya membutuhkan tenaga ahli teknis. Rivai menyebut lulusan teknologi informasi, akuntansi, manajemen, hingga ilmu komunikasi pun dibutuhkan.

"Kita juga butuh keilmuan-keilmuan bukan dari sisi yang bersifat teknis, tetapi yang berhubungan dengan keahlian sosial juga kita butuhkan. Karena kita di perkebunan juga mengakomodasi masyarakat yang ada di lingkungan itu, konteks bagaimana mereka bisa mendapatkan perhatian dari sisi sosial dan environment," jelasnya.

PTPN I membuka akses riset tanpa dipungut biaya bagi mahasiswa, memanfaatkan lahan tidur agar produktif, hingga program magang terarah. Mahasiswa teknik informatika dan elektro bisa menerapkan keahlian Internet of Things (IoT) langsung di lapangan.

Antusiasme Mahasiswa dan Tantangan Bisnis Hijau

Raffael Mikyal Ashtariq, mahasiswa Jurusan Teknik Elektro USB YPKP, menilai materi kuliah umum membuka wawasan baru soal aplikasi ilmu teknik di industri. "Sebagai mahasiswa Teknik Elektro, saya jadi melihat bahwa ilmu yang kami pelajari bisa diterapkan langsung di industri. Kalau ada kesempatan riset atau magang di PTPN I, tentu menarik karena kami bisa belajar dari persoalan nyata di lapangan, tidak hanya dari teori di kampus," ucap Raffael.

Di balik peluang tersebut, operasional perkebunan modern menghadapi tantangan berat. Perusahaan dituntut menyeimbangkan produktivitas ekonomi dengan kelestarian lingkungan dan kesejahteraan sosial masyarakat sekitar.

"Semakin banyak yang peduli tentang perkebunan, semakin kami berusaha mencoba menjaga aset kami, dan juga mendorong urusan-urusan ketahanan pangan maupun ketahanan energi," beber Rivai.

Tuntutan pasar global juga mewajibkan penerapan instrumen green financing agar korporasi mampu menembus kancah internasional. Karena itu, pemahaman soal bisnis ramah lingkungan perlu ditanamkan sejak bangku kuliah.

Reporter: Uki Damayanti
Sumber: jabarnews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top