DEPOK — Pemusatan latihan atau training camp yang dijalani sejumlah cabang olahraga Kota Depok sudah berlangsung tiga bulan. Heri Supriyanto mengungkapkan bahwa setiap cabor menjalankan program latihan sesuai kebutuhan masing-masing.
Selain latihan internal, para atlet juga diterjunkan ke try out dan kejuaraan resmi. Ajang tersebut dipakai sebagai alat ukur untuk melihat perkembangan grafik atlet menjelang pertandingan sesungguhnya.
"Secara umum saya pantau persiapannya sudah bagus sekali. Mereka sudah menjalankan sesuai dengan program masing-masing setiap cabor," ujar Heri, Jumat (25/09/26).
Try out yang diikuti atlet Depok bukan sekadar uji coba. Hasil pertandingan menjadi bahan evaluasi untuk memetakan sejauh mana peningkatan kemampuan mereka di masing-masing nomor.
Heri menegaskan bahwa seluruh program berjalan sesuai target yang ditetapkan KONI. "Kalau saya bisa katakan bahwa semua sudah on the track sesuai dengan harapan kita," tegasnya.
Meski demikian, KONI Depok tidak ingin lengah di masa-masa krusial ini. Tiga pilar utama menjadi fokus pengawasan ketat: kesehatan, mental, dan teknik.
Aspek kesehatan atlet dipantau langsung oleh tim medis KONI. Untuk mental bertanding, KONI menggandeng Universitas Gunadarma memberikan pendampingan psikologi.
Langkah tersebut diambil agar atlet tidak demam panggung dan siap secara psikologis saat bertanding. "Kami bekerja sama dengan Universitas Gunadarma untuk melakukan pendampingan psikologi atlet dan selama ini sudah berjalan," kata Heri.
Heri ingin memastikan setiap atlet mencapai peak performance atau penampilan puncak saat hari H pertandingan. "Ketika memang nanti mereka bertanding, mereka harus dalam kondisi yang prima. Yang artinya bisa mencapai penampilan yang terbaik," jelasnya.
Intensitas latihan tinggi membuka risiko cedera bagi atlet. KONI Depok telah menjalin MoU dengan sejumlah rumah sakit di Depok dan menggandeng BPJS Ketenagakerjaan sebagai jaring pengaman.
Heri menegaskan bahwa penanganan medis menjadi prioritas utama. "Yang penting penanganan dulu, untuk administrasi mungkin sambil jalan," ujarnya.
Memasuki 30 hari terakhir sebelum Porprov, persiapan akan masuk ke fase khusus. Fase tersebut difokuskan untuk mematangkan strategi dan menjaga kebugaran atlet.
"Secara umum bahwa atlet kita siap, semuanya siap. Siap bertanding dan siap juga memenuhi harapan dia sendiri untuk bisa memberikan kontribusi medali kepada Kota Depok," pungkas Heri optimis.