JAWA BARAT — PT Astra Otoparts Tbk mulai memasarkan charger kendaraan listrik merek ALTRO ke segmen retail, memperluas basis pelanggan di luar komponen OEM. Langkah ini menopang pendapatan segmen manufaktur perseroan yang mencapai Rp5,6 triliun pada semester I 2026, tumbuh 11,6% dari Rp5,0 triliun di periode sama tahun sebelumnya.
Direktur Astra Otoparts, Sophie Handili, menyatakan produksi ALTRO menjadi salah satu upaya perseroan memperluas basis pelanggan, terutama untuk memenuhi permintaan komponen kepada pelanggan Original Equipment Manufacture (OEM). Keterangan itu disampaikan dalam pernyataan tertulis perseroan.
Charger EV bermerek ALTRO yang diproduksi Astra Otoparts kini mulai dipasarkan untuk segmen retail, tidak lagi terbatas pada pasokan komponen ke pabrikan. Langkah ini menandai masuknya perseroan ke pasar konsumen akhir di ekosistem kendaraan listrik.
Sophie menyebut pertumbuhan segmen manufaktur didorong oleh meningkatnya permintaan komponen dari pelanggan OEM, sejalan dengan pertumbuhan pasar kendaraan roda dua maupun roda empat.
Segmen manufaktur Astra Otoparts membukukan pendapatan bersih Rp5,6 triliun pada semester I 2026. Angka itu tumbuh 11,6% dibandingkan Rp5,0 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari sisi perdagangan, perseroan mencatat pendapatan Rp5,3 triliun pada semester I 2026, meningkat 15,1% dari Rp4,6 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya.
"Pertumbuhan tersebut didorong oleh meningkatnya permintaan komponen dari pelanggan OEM, sejalan dengan pertumbuhan pasar kendaraan roda dua maupun roda empat," kata Sophie.
Permintaan aftermarket domestik yang tetap kuat menopang pertumbuhan segmen perdagangan. Jaringan distribusi dan ritel perseroan, ditambah kontribusi ekspor, menjadi pendorong utama.
Hingga semester I 2026, Astra Otoparts didukung 49 diler utama dan 27 kantor penjualan yang melayani lebih dari 15.000 toko suku cadang di seluruh Indonesia. Perseroan juga memperluas jaringan ritel modern hingga total 667 gerai.
"Untuk ekspor, produk aftermarket kami saat ini telah dipasarkan ke lebih dari 50 negara di Asia, Timur Tengah, Afrika, Eropa, dan Amerika Selatan," tutur Sophie.
Astra Otoparts mengembangkan Astra Otoshop sebagai platform omnichannel terintegrasi untuk menangkap peluang di era digital. Platform www.astraotoshop.com menggabungkan layanan online dan offline (O2O).
Pelanggan dapat membeli produk secara daring sekaligus memperoleh layanan pemasangan di jaringan ritel perseroan.
"Perseroan juga mengembangkan platform www.astraotoshop.com yang mengintegrasikan layanan online dan offline (O2O), sehingga pelanggan dapat melakukan pembelian produk secara daring sekaligus memperoleh layanan pemasangan produk di jaringan ritel Perseroan," tambahnya.
Produksi charger EV ALTRO menempatkan Astra Otoparts pada rantai pasok kendaraan listrik yang tengah tumbuh di pasar domestik. Perseroan menggabungkan lini manufaktur komponen, perdagangan aftermarket, dan ritel modern untuk memperkuat posisinya.
Perluasan ke segmen retail charger EV menjadi langkah konkret perseroan menyasar konsumen akhir, bukan hanya pelanggan OEM.