JAWA BARAT — Hyundai menarik 5.360 unit Ioniq 9 di Amerika Serikat menyusul kegagalan sistem kursi lipat elektrik baris kedua dan ketiga mendeteksi penumpang. Recall yang diajukan ke NHTSA pada 16 September 2026 ini hanya menyasar varian Limited, Calligraphy, dan Calligraphy Design. Kasus serupa pada Palisade 2026 sebelumnya menyebabkan seorang anak dua tahun meninggal di Ohio.
Badan Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional Amerika Serikat (NHTSA) menerima berkas recall Hyundai untuk Ioniq 9 pada 16 September 2026. Dokumen tersebut menyebutkan kursi elektrik baris kedua dan ketiga berpotensi tidak merespons kontak dengan penumpang atau benda saat fungsi lipat otomatis berjalan. Hyundai menyatakan lima keluhan konsumen terkait cacat ini sudah masuk, dua di antaranya melaporkan cedera ringan.
Laporan recall NHTSA menjelaskan akar masalahnya secara teknis. "Kursi elektrik baris kedua mungkin gagal mendeteksi keberadaan seseorang. Akibatnya, kursi dapat terus bergerak setelah bersentuhan dengan orang selama fungsi kursi elektrik, seperti lipat-dan-simpan otomatis," demikian bunyi laporan tersebut.
Fungsi yang dimaksud mencakup mekanisme power fold-and-stow yang lazim jadi fitur unggulan pada SUV tiga baris. Sistem seharusnya berhenti otomatis begitu sensor mendeteksi hambatan. Pada unit terdampak, logika sensor itu gagal bekerja sesuai rancangan.
Kantor Keselamatan Amerika Utara Hyundai pertama kali mengetahui masalah ini pada 10 Maret 2026. Informasi awal datang dari hasil benchmarking lintas model yang dikirim Laboratorium Pengujian dan Investigasi Keselamatan perusahaan. Pada Mei 2026, Hyundai bersama firma teknik pihak ketiga menyelesaikan uji biomekanik dan sepakat mengembangkan perangkat uji khusus.
Pengujian berlangsung sepanjang musim panas 2026. Kantor Investigasi Cacat NHTSA bertemu perwakilan Hyundai pada 14 Agustus untuk meninjau metodologi dan status pengujian. Baru pada 2 September, kedua pihak menyimpulkan recall perlu dilakukan setelah pengukuran gaya pada sistem kursi lipat baris kedua menunjukkan hasil di luar ambang batas.
Ioniq 9 bukan model pertama Hyundai yang tersandung masalah ini. Palisade 2026 mengalami isu serupa, dan menurut Reuters, seorang anak berusia dua tahun meninggal di Ohio akibat kejadian tersebut. Kia Telluride juga tercatat punya keluhan sejenis.
Recall Ioniq 9 ini membuat SUV listrik tersebut bergabung dengan saudara-saudara bermesin bakarnya dalam program perbaikan yang sama. Ketiga model memakai sistem kursi elektrik baris belakang dengan arsitektur sensor yang mirip.
Hyundai menyiapkan perbaikan lewat dua langkah. Teknisi lebih dulu memeriksa versi perangkat lunak Seat Controller, lalu memperbarui logika fungsi kursi elektrik baris belakang. Sejumlah unit Ioniq 9 memenuhi syarat untuk pembaruan over-the-air tanpa perlu datang ke dealer.
Selama perbaikan belum dilakukan, Hyundai mendesak pemilik berhati-hati. "Sebelum menerima perbaikan recall, HMA mendesak pemilik terdampak untuk berhati-hati saat mengoperasikan fungsi kursi lipat elektrik baris kedua, memastikan penumpang, terutama anak-anak, tidak berada di kursi atau area lipatan kursi selama pengoperasian," bunyi pemberitahuan recall tersebut.
Recall ini tercatat di NHTSA dan menyasar unit Ioniq 9 yang dipasarkan di Amerika Serikat. Hyundai belum merilis pernyataan resmi soal kemungkinan perluasan program ke wilayah lain. Pemilik Ioniq 9 di luar AS disarankan memantau pengumuman resmi ATPM masing-masing.
Ioniq 9 sendiri belum masuk lini produk Hyundai Indonesia. Model ini diposisikan sebagai SUV listrik tiga baris flagship di pasar global, bersaing dengan Kia EV9 dan Volvo EX90.