JAWA BARAT — Perbandingan ini disusun dari data spesifikasi resmi kedua perangkat, plus hasil pengujian Tom's Guide terhadap iPhone 14 Pro Max dan iPhone 17 Pro Max sebagai pembanding generasi terdekat. iPhone 18 Pro Max belum menjalani uji laboratorium penuh, jadi angka performa dan baterai di bawah masih berbasis ekspektasi dari capaian generasi sebelumnya. Preorder sudah dibuka, retail resmi mulai 18 September.
Saat meluncur 16 September 2022, iPhone 14 Pro Max dibanderol USD 1.099 dengan storage dasar 128GB. iPhone 18 Pro Max kini mulai dari USD 1.199 — selisih sekitar 9,1%.
Kenaikan itu tidak terlalu menggigit karena Anda langsung dapat 256GB di varian termurah. Tersedia pilihan 256GB, 512GB, 1TB, dan 2TB. Dengan kurs kasar Rp 16.000, harga mulainya setara Rp 19,2 juta sebelum pajak dan bea masuk.
Dari sisi bahasa desain, keduanya masih satu keluarga dengan iPhone 12 Pro. Yang berubah adalah detailnya. iPhone 18 Pro Max hadir dengan bobot 249 gram dan ketebalan 8,75 mm, lebih berat dan lebih tebal dari 240 gram dan 7,85 mm milik iPhone 14 Pro Max.
Modul kamera belakang kini berbentuk pulau memanjang hampir selebar bodi bagian atas, bukan lagi kotak di sudut. Dynamic Island dibuat lebih ramping, bezel layar dipangkas, dan ada tambahan Camera Control serta Action Button yang bisa dikustomisasi.
Panel iPhone 18 Pro Max membesar ke 6,9 inci (2.868 x 1.320), dari 6,7 inci (2.796 x 1.290) di iPhone 14 Pro Max. Keduanya masih 120Hz ProMotion.
Perbedaan terbesar ada di keterbacaan outdoor. iPhone 14 Pro Max sudah tergolong terang dengan puncak 2.000 nit, tapi iPhone 18 Pro Max mendorongnya ke 3.000 nit plus lapisan anti-reflektif baru. Di bawah sinar matahari langsung, selisih ini terasa signifikan.
Ini bagian yang paling sulit dibantah. iPhone 14 Pro Max memang pelopor sensor utama 48MP di lini Pro, tapi iPhone 18 Pro Max mengubah hampir seluruh konfigurasi triple-camera-nya.
Aperture variabel memungkinkan Anda mengatur bokeh secara optik, bukan hasil komputasi. Untuk foto yang butuh depth of field presisi, ini bukan sekadar peningkatan di atas kertas.
iPhone 14 Pro Max masih pakai A16 Bionic. Saat diuji Tom's Guide pada 2022, chip ini mencetak skor Geekbench multicore 5.333 dan frame rate 3DMark Wild Life Unlimited 74 fps — pemimpin kelasnya waktu itu.
iPhone 18 Pro Max membawa A20 Pro fabrikasi 2nm TSMC. Belum ada angka resmi, tapi sebagai gambaran: iPhone 17 Pro Max dengan A19 Pro sudah mencetak 9.968 di Geekbench multicore, atau 86,9% lebih tinggi dari A16 Bionic. Dengan proses 2nm, selisihnya berpotensi makin lebar.
Ini area yang paling jelas berubah dalam empat tahun. iPhone 14 Pro Max mencatat 13 jam 39 menit di uji baterai kustom Tom's Guide. iPhone 17 Pro Max bertahan 17 jam 54 menit di tes yang sama — selisih lebih dari empat jam.
Dengan A20 Pro 2nm, wajar kalau iPhone 18 Pro Max melewati ambang 18 jam. Klaim Apple sendiri menyebut pemutaran video hingga 45 jam, jauh dari 29 jam di iPhone 14 Pro Max.
Charging juga dirombak total. iPhone 14 Pro Max masih pakai Lightning 20W dan hanya terisi 42% dalam 30 menit. iPhone 18 Pro Max pindah ke USB-C dengan 60W, diklaim bisa mengisi 50% dalam 15 menit.
Keduanya menjalankan iOS 27. Tapi ada satu batas keras: Apple Intelligence dan Siri AI hanya jalan di iPhone 18 Pro Max karena butuh tenaga pemrosesan on-device yang tidak dimiliki A16 Bionic.
Dalam pengujian Tom's Guide, Siri AI versi baru terasa lebih percakapan dengan otomasi tugas multi-langkah dan kesadaran konteks layar. Fitur ini tidak akan pernah mendarat di iPhone 14 Pro Max, sebaik apa pun kondisi perangkat Anda.
Setelah empat tahun, argumen untuk pindah dari iPhone 14 Pro Max ke iPhone 18 Pro Max cukup kuat. Kamera dengan aperture variabel, telephoto 48MP zoom 4x, charging 60W USB-C, dan akses Apple Intelligence adalah empat peningkatan yang tidak bisa ditiru lewat update software.
Kalau Anda memakai iPhone 14 Pro Max hanya untuk komunikasi dan media sosial, dan baterainya masih sehat, menunggu satu generasi lagi masih masuk akal. Tapi kalau kamera dan daya tahan baterai jadi prioritas harian, empat tahun sudah lebih dari cukup jadi alasan.