for Revenge Rilis Single Museum Duka, Gandeng Reza Arap dan Tepe di Lirik dan Drum

Penulis: Uki Damayanti  •  Senin, 07 September 2026 | 20:35:31 WIB
For Revenge merilis single terbaru berjudul "Museum Duka" dengan menggandeng Reza Arap dan Tepe dalam proses kreatifnya.

JAWA BARAT — For Revenge kembali dengan warna baru lewat single "Museum Duka". Setelah sebelumnya identik dengan nuansa rock yang gelap dan emosional, kali ini mereka mengajak dua nama besar dari scene musik dan hiburan Indonesia untuk memperkaya aransemen serta kedalaman liriknya.

Proyek ini bukan sekadar kerja sama biasa. Vokalis for Revenge, Moch Boniex Nurwega, mengungkapkan bahwa benih kolaborasi ini tumbuh setelah mereka tampil bersama di sebuah festival musik. Kala itu, Tepe sudah beberapa kali duduk di belakang drum kit for Revenge untuk membawakan lagu hits seperti "Serana" dan "Penyangkalan".

Peran YB dan Tepe dalam Proses Kreatif

Dalam penggarapan "Museum Duka", Boniex dan YB berbagi tugas dalam menulis lirik. Sementara itu, Tepe bertanggung jawab penuh memperkuat sektor ritme sebagai penabuh drum. Menariknya, YB tidak berhenti di situ—ia juga mengambil peran di belakang layar sebagai sutradara video musik lagu ini bersama Muhammad Fiqih Firdaus.

Boniex menyebut kolaborasi ini sebagai kehormatan sekaligus tantangan besar. Menyatukan tiga entitas musik dengan karakter berbeda dalam satu karya butuh proses yang tidak instan. "Tanpa kehadiran Tepe, pertemuan for Revenge dengan YB mungkin tidak akan terjadi," ujarnya melalui siaran pers Sony Music di Jakarta.

Makna "Museum Duka" dan Pesan di Balik Lirik

Secara tematik, "Museum Duka" mengajak pendengar merenungkan cara manusia menyikapi kehilangan. Boniex menjelaskan bahwa judul lagu ini adalah metafora ruang batin yang dimiliki setiap orang untuk menyimpan memori masa lalu—termasuk wajah, cerita, dan versi diri yang pernah kita kenal.

"Setiap orang punya 'Museum Duka'-nya masing-masing. Setiap orang punya ruangan untuk menyimpan cerita, wajah, dan versi diri yang pernah kita kenal begitu dalam," kata Boniex.

Ia menambahkan bahwa duka tidak dimaknai sebagai ajang melupakan, melainkan proses belajar melepaskan tanpa harus berhenti mengenang. Perspektif ini yang coba diangkat for Revenge agar lagu terasa dekat dengan pendengarnya.

YB: Lagu Ini untuk Mereka yang Kehilangan

Senada dengan Boniex, YB menegaskan bahwa "Museum Duka" dirancang bukan untuk kepentingan pribadi semata. Lagu ini ingin menjadi representasi suara bagi banyak orang yang sedang berjuang menghadapi kesedihan.

"Lagu ini bukan cuma tentang gue, bukan cuma tentang for Revenge. Kami berusaha mewakili mereka yang juga merasa kehilangan," tutur YB.

Dengan perpaduan vokal khas Boniex, lirik reflektif, dan ritme drum Tepe yang solid, "Museum Duka" menjadi penanda lain bahwa for Revenge terus bereksplorasi tanpa kehilangan identitas. Single ini sudah bisa dinikmati di berbagai platform streaming digital.

Reporter: Uki Damayanti
Sumber: mediaindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top