JAWA BARAT — MG S5 EV Magnify Max bukan sekadar mobil listrik murah yang mengandalkan harga pengenalan Rp333,9 juta untuk varian termurahnya. Tim Motoresto.id memakai varian tertinggi ini selama satu pekan penuh—dari macetnya lalu lintas dalam kota hingga jalan tol—dan hasilnya menarik untuk ukuran mobil listrik lima penumpang di kelasnya.
Pengujian ini penting karena pembeli di rentang harga Rp300–400 juta punya banyak pilihan. Pertanyaannya bukan hanya "berapa jarak tempuhnya?", tapi juga "apakah nyaman dipakai setiap hari?".
Sepanjang pengujian dengan jarak tempuh 263 km, mobil ini mencatat konsumsi 16,5 kWh/100 km atau setara 6,06 km/kWh. Angka ini didapat dengan mode berkendara Normal yang paling sering digunakan—bukan mode ECO yang biasanya dipakai untuk memaksimalkan angka efisiensi.
Konversi sederhananya: dengan baterai 62 kWh, Anda bisa berharap jarak tempuh nyata sekitar 375 km dalam kondisi serupa. Ini jauh dari klaim NEDC 545 km, tapi wajar—metode NEDC memang dikenal optimistis. Yang lebih penting, angka 6,06 km/kWh ini termasuk efisien untuk SUV listrik sekelasnya.
Salah satu temuan menarik selama pemakaian adalah karakter setirnya. MG S5 EV tidak terasa seringan mobil listrik kebanyakan—masih ada bobot yang cukup untuk memberi feedback ke pengemudi. Buat yang baru pindah dari mobil konvensional, transisinya terasa mulus tanpa perlu adaptasi lama.
Tenaga 204 PS dan torsi 350 Nm dari motor RWD memang bukan angka ekstrem, tapi respons instan khas motor listrik membuat akselerasi terasa sigap saat perlu menyalip di tol. Ini bukan mobil yang akan membuat penumpang mabuk darat, tapi cukup responsif untuk kebutuhan harian.
Sistem infotainment layar 12,8 inci sudah terpasang aplikasi YouTube, TikTok, dan Spotify. YouTube menjadi fitur paling berguna saat menunggu charging—Anda bisa menonton sambil mobil terparkir. Soal keamanan, akses video dibatasi otomatis saat kendaraan bergerak, jadi tidak ada celah untuk menonton sambil menyetir.
Mobil ini juga bisa dijadikan hotspot WiFi untuk penumpang. Berguna kalau kuota data pribadi menipis di perjalanan jauh, atau untuk laptop yang tidak punya slot SIM.
Bukan berarti MG S5 EV tanpa cela. Ada dua catatan yang bakal terasa setiap hari:
Ditambah lagi, material tirai yang tipis berpotensi membuat AC bekerja lebih keras—yang ujung-ujungnya memengaruhi konsumsi listrik di siang hari.
Dengan panjang 4.476 mm dan lebar 1.849 mm, MG S5 EV masuk kategori SUV kompak. Kabin baris kedua terasa lapang karena platform khusus kendaraan listrik membuat lantai rata dan ruang kaki lega—ini nilai jual utama dibanding mobil konversi dari basis ICE.
Fitur standar sudah lengkap di varian Magnify Max: panel instrumen digital 10,25 inci, panoramic sunroof besar, dan layar infotainment 12,8 inci. Untuk harga Rp399,9 juta, perlengkapan ini sejalan dengan ekspektasi pembeli di kelasnya.
MG S5 EV dijual dengan tiga varian di Indonesia:
Di rentang harga ini, MG S5 EV Magnify Max bersaing dengan SUV listrik China lain yang sama-sama mengincar pembeli pertama kali beralih ke EV. Keunggulan utamanya ada di efisiensi yang terbukti dan kabin lapang; kelemahannya ada di detail kecil yang mengganggu kenyamanan harian.
MG S5 EV Magnify Max adalah pilihan masuk akal untuk keluarga muda yang butuh SUV listrik dengan biaya operasional rendah. Konsumsi 6,06 km/kWh berarti biaya per kilometer jauh lebih murah dibanding mobil bensin sekelas—terutama jika Anda bisa charging di rumah.
Namun, sebelum memutuskan, ada baiknya Anda melakukan test drive di siang hari untuk merasakan sendiri seberapa panas kabin dengan tirai sunroof tertutup. Dan siap-siap berdamai dengan fitur speed limit yang bandel—kecuali MG merilis pembaruan software di kemudian hari.
Untuk pembeli yang lebih mementingkan efisiensi dan ruang kabin, mobil ini layak masuk daftar pendek. Tapi kalau kenyamanan termal di iklim tropis adalah prioritas utama, ada baiknya bandingkan dulu dengan kompetitor sekelasnya sebelum mengeluarkan uang.