Pemkot Tasikmalaya Tutup Jalan Utama Dadaha demi Kembalikan Fungsi Kawasan Olahraga, PKL Disiapkan Relokasi

Penulis: Zaki Mubarak  •  Kamis, 27 Agustus 2026 | 01:22:01 WIB
Penutupan Jalan Utama Kompleks Dadaha dilakukan untuk mengembalikan fungsi kawasan sebagai ruang olahraga publik.

TASIKMALAYA — Penutupan akses Jalan Utama Kompleks Dadaha bukan tanpa tujuan. Pemkot Tasikmalaya menegaskan langkah ini merupakan bagian dari strategi besar untuk mengembalikan fungsi kawasan tersebut sebagai ruang publik penunjang kebugaran warga, sekaligus mengurai konsentrasi keramaian yang selama ini menumpuk di satu titik.

Ketua Tim Penataan Kawasan Dadaha sekaligus Asisten Daerah (Asda) 3 Setda Kota Tasikmalaya, Asep Maman Permana, menyebut pemanfaatan kawasan tersebut telah bergeser jauh dari peruntukan awalnya. Maraknya pedagang kaki lima (PKL), parkir yang kurang teratur, hingga tingginya aktivitas warga pada malam hari membuat fungsi sarana olahraga tidak optimal.

Marwah Dadaha Tergerus Aktivitas Non-Olahraga

Kondisi itu paling terlihat di area Taman Dadaha. Pada malam hari, kawasan ini dipadati pedagang yang bahkan mendirikan lapak semi permanen hingga permanen.

"Selama ini pemanfaatan kawasan tersebut telah bergeser cukup jauh dari peruntukan awalnya. Maraknya keberadaan pedagang kaki lima (PKL), penataan parkir yang kurang teratur, hingga tingginya aktivitas warga pada malam hari membuat fungsi sarana olahraga menjadi tidak optimal," terangnya saat ditemui di Dadaha, Rabu (26/8/2026).

Kepadatan serupa juga melanda lintasan joging (jogging track). Pada akhir pekan, warga yang berdesakan saat berolahraga menjadi pemandangan lumrah. Bahkan di hari biasa, pemanfaatan lintasan ini kerap terganggu oleh lalu lalang kendaraan dan aktivitas non-olahraga lainnya.

Rekayasa Lalu Lintas dan Skema Relokasi PKL

Pemkot Tasikmalaya menegaskan penutupan jalan utama tidak dimaksudkan untuk membatasi mobilitas warga. Sebaliknya, rekayasa ini diharapkan mampu mendorong pemerataan keramaian ke lokasi-lokasi baru yang telah disiapkan.

Asep menyebut langkah penataan ini merespons derasnya aspirasi dan aduan dari masyarakat yang merindukan kawasan Dadaha aman, tertib, serta ramah bagi penggiat olahraga. Lewat rekayasa penutupan Jalan Utama, pemerintah tidak lantas mematikan roda ekonomi warga.

Pemkot telah menyiapkan skema relokasi agar para PKL dapat berjualan di titik-titik yang telah ditentukan, seperti di bagian pinggir bentang area Dadaha. Dengan begitu, penataan PKL, rekayasa arus lalu lintas, dan pembenahan fasilitas diharapkan berjalan harmonis.

"Kompleks Dadaha bisa kembali menjadi paru-paru olahraga Kota Tasikmalaya tanpa mengesampingkan potensi ekonomi pelaku usaha lokal," pungkas Asep.

Reporter: Zaki Mubarak
Sumber: harapanrakyat.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top