JAWA BARAT — Roblox, platform game daring yang sangat populer di kalangan anak-anak dan remaja, kembali menjadi sorotan. Otoritas Australia menemukan bahwa fitur keamanan yang diklaim telah diperbarui oleh perusahaan ternyata masih belum cukup untuk melindungi pengguna termudanya. eSafety Commissioner merilis hasil pengujian yang mengungkap adanya celah serius dalam sistem perlindungan anak di platform tersebut.
Hasil pengujian yang dilakukan oleh eSafety Commissioner mengungkap empat kelemahan utama yang dapat dieksploitasi oleh pelaku kejahatan seksual pada anak. Temuan ini langsung disampaikan kepada publik sebagai bentuk peringatan dini bagi para orang tua.
Pertama, akun orang dewasa ternyata bisa mengirim permintaan koneksi atau pertemanan kepada anak-anak di Australia tanpa memerlukan persetujuan dari orang tua atau wali. Kedua, anak-anak dan orang dewasa dapat saling melihat serta menanggapi unggahan di forum yang berada di luar lingkungan permainan, lagi-lagi tanpa melibatkan persetujuan orang tua.
Selain itu, daftar koneksi atau pertemanan milik anak ternyata dapat dilihat oleh siapa saja di platform Roblox. Yang lebih mengkhawatirkan, profil dan bio anak—termasuk nama akun, jumlah dan nama koneksi, gambar avatar, serta informasi non-sensitif seperti minat pribadi—terbuka untuk publik tanpa ada opsi untuk membatasi visibilitas informasi tersebut.
Menanggapi temuan ini, Roblox dikabarkan telah menyetujui untuk menerapkan langkah-langkah pengamanan yang lebih ketat dalam waktu tiga bulan ke depan. Komitmen ini menjadi uji kredibilitas bagi perusahaan yang selama ini mengklaim serius menangani isu keamanan anak di platformnya.
Langkah perbaikan yang dijanjikan mencakup beberapa poin penting. Roblox berkomitmen untuk mencegah orang dewasa menghubungi anak yang tidak mereka kenal tanpa persetujuan orang tua. Pengaturan akun anak juga akan diperkuat dengan mode privat sebagai pengaturan bawaan (default).
Perusahaan juga akan menyediakan mekanisme pelaporan yang lebih mudah diakses serta memberi tahu pengguna tentang hasil dari laporan yang mereka ajukan. Sebagai langkah pengawasan eksternal, Roblox akan menunjuk auditor pihak ketiga yang independen untuk menilai efektivitas langkah keamanan yang diterapkan, termasuk sistem perkiraan usia pengguna.
Masalah keamanan ini bukanlah hal sepele mengingat skala pengguna Roblox yang sangat besar. Platform ini mencatatkan lebih dari 380 juta pengguna aktif bulanan, dan mayoritas dari mereka berusia di bawah 16 tahun. Angka ini menjadikan Roblox salah satu platform dengan konsentrasi pengguna anak tertinggi di dunia.
Bagi orang tua di Indonesia, temuan dari regulator Australia ini menjadi pengingat penting untuk lebih waspada. Meskipun laporan ini berfokus pada pengguna di Australia, celah keamanan yang ditemukan bersifat sistemik dan berpotensi mempengaruhi pengguna di seluruh dunia, termasuk Indonesia yang memiliki jumlah pemain Roblox yang signifikan.
Orang tua disarankan untuk secara aktif memeriksa pengaturan privasi akun anak mereka dan mendiskusikan bahaya berkomunikasi dengan orang asing di platform daring. Sementara itu, publik kini menunggu apakah Roblox benar-benar akan merealisasikan komitmen perbaikannya dalam tenggat waktu tiga bulan yang telah disepakati.