40 Siswa SD di Sukabumi Keracunan Usai Minum Susu MBG, Dapur SPPG Cibadak 02 Resmi Dihentikan Sementara

Penulis: Valdi Pratama  •  Jumat, 31 Juli 2026 | 18:47:01 WIB
Dapur SPPG Cibadak 02 di Sukabumi resmi berhenti beroperasi sementara usai 40 siswa SDN Bojongkoneng keracunan susu MBG.

SUKABUMI — Insiden dugaan keracunan massal ini menimpa puluhan siswa SDN Bojongkoneng usai meminum susu yang dibagikan melalui program Makan Bergizi Gratis. Dapur pelayanan yang dikelola Yayasan Ulul Albab Fasihah Al Munawaroh itu kini tidak beroperasi hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Koorwil BGN Kabupaten Sukabumi, Firman Juliansyah, membenarkan penghentian operasional tersebut. Pihaknya telah melayangkan surat laporan kronologi kejadian ke BGN Pusat untuk mendapatkan evaluasi menyeluruh dan petunjuk teknis tindak lanjut.

Seluruh Siswa Terdampak Dinyatakan Sembuh

Tim gabungan yang bergerak sejak hari pertama penanganan memastikan kondisi kesehatan para siswa berangsur pulih. Dari total 40 anak yang sempat mengalami gejala, seluruhnya kini dilaporkan sehat kembali.

"Kemarin tersisa enam anak yang masih bergejala. Hasil monitoring terbaru dari Kepala SPPG menunjukkan seluruh siswa sudah pulih, termasuk siswa yang sempat mendapat perawatan di rumah sakit sudah diperbolehkan pulang," jelas Firman.

Penyebab Keracunan Masih Menunggu Hasil Uji Labkesda

BGN Kabupaten Sukabumi belum berani menyimpulkan sumber keracunan. Firman menegaskan pihaknya menunggu hasil uji sampel dari Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Dinkes Kabupaten Sukabumi.

"Kami masih menunggu hasil uji lab untuk memastikan apakah benar dari indikasi susu atau ada faktor lain, misalnya konsumsi makanan lain sebelum kegiatan. Jadi belum bisa disimpulkan," tambahnya.

Penutupan operasional ini bersifat sementara. Keputusan final mengenai sanksi terhadap pengelola dapur Nazran SPPG Cibadak 02 sepenuhnya berada di tangan BGN Pusat melalui Direktorat Pemantauan dan Pengawasan (Ditertawas).

"Untuk kebijakan sanksi final, kami menunggu petunjuk teknis dari Pusat melalui Directorate Pemantauan dan Pengawasan (Ditertawas) BGN," pungkas Firman.

Insiden ini menjadi perhatian publik mengingat program MBG menyasar anak-anak usia sekolah. Evaluasi menyeluruh terhadap standar operasional dapur SPPG di Sukabumi pun dinilai mendesak untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Reporter: Valdi Pratama
Sumber: jabar.idntimes.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top