Ketua PWI Kabupaten Bogor Minta Maaf soal Polemik Safari Jurnalis di Desa Kemang, Pembicara soal UKW Jadi Sumber Miskomunikasi

Penulis: Valdi Pratama  •  Selasa, 14 Juli 2026 | 16:54:01 WIB
Ketua PWI Kabupaten Bogor Dedy Firdaus menyampaikan permohonan maaf terkait polemik pernyataan pembicara soal Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dalam acara Safari Jurnalis di Desa Kemang.

BOGOR — Ketua PWI Kabupaten Bogor, Dedy Firdaus, buka suara terkait polemik yang mencuat pasca acara Safari Jurnalis di Desa Kemang. Ia menyayangkan adanya miskomunikasi antara pembicara dengan sejumlah wartawan yang bukan anggota PWI Kabupaten Bogor. Permasalahan bermula saat pembicara menjawab pertanyaan seorang kepala desa mengenai pentingnya kartu UKW dan media yang telah terverifikasi Dewan Pers. Jawaban itu dinilai sebagian pihak sebagai upaya mendiskreditkan wartawan yang belum memiliki sertifikat kompetensi.

Pemicu Polemik: Pernyataan Pembicara soal UKW

Dalam acara yang digelar di Kantor Desa Kemang itu, seorang pembicara menyebut bahwa wartawan idealnya memiliki kartu UKW dan media tempatnya bekerja harus terverifikasi Dewan Pers. Pernyataan tersebut sontak memicu reaksi dari beberapa wartawan yang hadir. Mereka menganggap pernyataan itu merendahkan profesi wartawan yang belum mengikuti uji kompetensi.

“Setelah selesai acara, saya diwawancarai teman-teman wartawan. Saya atas nama pribadi maupun organisasi sudah meminta maaf. Tidak ada niat dan tujuan sedikitpun menyinggung. Bukan juga menggurui, tujuannya hanya untuk berbagi ilmu,” ujar Dedy Firdaus.

Permintaan Maaf Tak Dimunculkan di Publik

Dedy mengaku telah berupaya meredakan ketegangan dengan berbagai cara. Kurang dari 24 jam pasca acara, pihaknya meminta pembicara membuat video permohonan maaf. Namun, video tersebut tidak dimuat dalam pemberitaan yang beredar. Keesokan harinya, sejumlah wartawan mendatangi kantor PWI Kabupaten Bogor. Dalam pertemuan itu, Dedy kembali diminta menyampaikan permohonan maaf secara video.

“Satu hari pasca kejadian, teman-teman wartawan datang ke kantor. Kami berdiskusi meluruskan persoalan. Bahkan kami diminta kembali permohonan maaf sambil divideokan. Namun lagi-lagi pernyataan maaf kami tidak dimunculkan di publik,” tuturnya.

PWI Kabupaten Bogor: Program Safari Jurnalis Sudah Berjalan Sejak Sebelumnya

Dedy menjelaskan, Safari Jurnalis merupakan program unggulan PWI Kabupaten Bogor yang sudah berlangsung sejak masa kepemimpinan sebelumnya. Program ini bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat desa tentang tugas wartawan dan perkembangan media di era disrupsi digital. Pesertanya meliputi kepala desa, LPM, pelaku pendidikan, kesehatan, hingga kepemudaan.

Sepanjang tahun 2026, PWI Kabupaten Bogor telah menggelar lima kali kegiatan Safari Jurnalis. Lokasinya meliputi Desa Gunung Putri, Kecamatan Cibinong, Kecamatan Sukajaya, Kecamatan Cisarua, dan terakhir di Desa Kemang. “Alhamdulillah berjalan lancar dan respon masyarakat cukup baik,” kata Dedy.

Seruan untuk Jaga Profesionalisme dan Kode Etik

Dedy Firdaus tidak ingin polemik ini berlarut-larut. Ia meminta seluruh wartawan yang bertugas di Bogor, khususnya Kabupaten Bogor, untuk mengedepankan profesionalisme dan kode etik jurnalistik. Menurutnya, berita yang berimbang penting agar tidak menimbulkan stigma negatif sesama profesi.

“Profesi kita sama-sama wartawan, tidak ada perbedaan. Bukan hanya wartawan di luar PWI, anggota PWI Kabupaten Bogor pun masih banyak yang belum UKW. Sudah menjadi kewajiban kita bersama untuk menjaga marwah dan nama baik profesi wartawan. Sekali lagi saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya,” tutup Dedy.

Reporter: Valdi Pratama
Sumber: bogorone.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top