DEPOK — Aksi nekat komplotan pencuri kendaraan bermotor (curanmor) dengan modus fitnah tengah menjadi perbincangan hangat di kalangan warga Kota Depok. Pasalnya, kelompok ini tidak segan-segan menjadikan anak di bawah umur sebagai sasaran utama aksi mereka. Video yang merekam kejadian tersebut telah menyebar luas di berbagai platform media sosial, memicu kepanikan dan kecaman dari warganet.
Dalam video yang beredar, terlihat para pelaku dengan cekatan menjalankan aksinya. Mereka menggunakan modus yang tidak biasa, yaitu dengan cara memfitnah korban terlebih dahulu sebelum akhirnya membawa kabur sepeda motor. Fitnah yang dilontarkan diduga untuk membuat korban panik dan lengah, sehingga pelaku leluasa menjalankan aksinya.
Yang membuat aksi komplotan ini semakin meresahkan adalah pemilihan korbannya yang merupakan anak di bawah umur. Para orang tua di Depok kini dihimbau untuk lebih waspada dan ekstra mengawasi anak-anak mereka saat berada di luar rumah, terutama jika membawa kendaraan bermotor.
“Saya sangat khawatir, apalagi anak saya sekarang sudah mulai naik motor sendiri ke sekolah. Modusnya baru dan menakutkan karena memanfaatkan anak-anak yang belum bisa berpikir cepat dalam situasi tertekan,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Pihak kepolisian dari Polres Metro Depok telah menerima laporan dan tengah melakukan penyelidikan intensif untuk memburu para pelaku. Belum ada keterangan resmi mengenai jumlah pasti korban maupun kerugian yang ditimbulkan. Polisi mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika melihat atau mengalami kejadian serupa.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada satu pun tersangka yang berhasil diamankan. Petugas masih memeriksa rekaman CCTV di lokasi kejadian dan meminta keterangan dari sejumlah saksi untuk mengungkap identitas serta jejak para pelaku.
Kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya di Depok, untuk selalu waspada terhadap modus kejahatan baru yang terus berkembang. Anak-anak yang masih di bawah umur perlu dibekali pemahaman tentang cara menghadapi situasi darurat, termasuk jika ada orang asing yang mencoba memfitnah atau mengancam.
Polisi juga mengingatkan agar pengendara motor tidak mudah terpancing emosi atau panik saat dihadapkan pada tuduhan mendadak. Segera cari tempat ramai atau hubungi pihak berwajib jika merasa menjadi sasaran kejahatan. Masyarakat diharapkan dapat bekerja sama dengan memberikan informasi yang kredibel untuk membantu proses pengungkapan kasus ini.