BOGOR — Pintu pendaftaran Sekolah Rakyat di Kabupaten Bogor tidak dibuka untuk umum tahun ini. Dinas Sosial setempat memilih metode penjaringan langsung dengan memanfaatkan basis data kesejahteraan sosial yang sudah ada.
Pihak Dinsos Kabupaten Bogor menyebut bahwa sasaran program ini adalah keluarga yang berada di lapisan ekonomi paling bawah. Untuk memastikan ketepatan sasaran, data penerima manfaat diambil langsung dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang telah diverifikasi sebelumnya.
Dengan metode ini, calon siswa tidak perlu mendaftar atau mengurus administrasi secara mandiri. Proses seleksi dilakukan secara tertutup oleh petugas dinas yang berkoordinasi dengan perangkat desa dan kelurahan di seluruh wilayah Kabupaten Bogor.
Penjaringan difokuskan pada dua kategori desil terbawah. Desil 1 merupakan kelompok rumah tangga dengan status kesejahteraan terendah, sementara desil 2 berada satu tingkat di atasnya. Kedua kelompok ini dinilai paling membutuhkan akses pendidikan gratis yang difasilitasi oleh program Sekolah Rakyat.
Data yang digunakan adalah data terkini yang mencakup kondisi ekonomi, kepemilikan aset, dan tanggungan keluarga. Proses verifikasi dilakukan untuk memastikan tidak ada tumpang tindih dengan penerima bantuan sosial lainnya.
Kebijakan ini memicu pertanyaan dari warga yang anaknya tidak tercatat dalam basis data desil 1 dan 2, namun tetap berada dalam kondisi ekonomi sulit. Hingga saat ini, Dinsos Kabupaten Bogor belum memberikan pernyataan resmi mengenai opsi bagi calon siswa di luar dua kategori tersebut.
Program Sekolah Rakyat sendiri dirancang sebagai salah satu upaya pemda dalam memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan. Dengan memberikan akses sekolah gratis, diharapkan anak-anak dari keluarga prasejahtera bisa mendapatkan kesempatan yang setara.
Setelah data calon siswa terkumpul, Dinsos akan melakukan verifikasi lapangan untuk memastikan kondisi riil keluarga. Proses ini melibatkan kunjungan ke rumah-rumah calon penerima manfaat.
Jika semua tahapan berjalan lancar, para siswa yang terpilih akan langsung ditempatkan di sekolah-sekolah yang telah ditunjuk sebagai mitra program. Dinsos juga akan memantau perkembangan belajar mereka secara berkala selama mengikuti program.