BOGOR — Bupati Bogor Rudy Susmanto duduk bersama puluhan aktivis lingkungan dari Forum Kampung Ramah Lingkungan di Pendopo Bupati. Suasana diskusi berlangsung cair, bukan sekadar seremoni serah terima laporan. Di meja bundar itu, gagasan tentang pengelolaan sampah berbasis komunitas dan penghijauan kawasan pemukiman mengalir tanpa sekat birokrasi.
Kolaborasi Bukan Sekadar Formalitas
Rudy menekankan bahwa persoalan lingkungan, terutama sampah, tidak bisa diselesaikan sendiri oleh pemerintah daerah. Ia mengajak forum yang sudah terbukti aktif di tingkat RW dan kelurahan itu untuk menjadi mitra strategis Pemkab Bogor.
"Kami tidak ingin program lingkungan berjalan sendiri-sendiri. Forum ini sudah punya jaringan dan pengalaman di lapangan. Saatnya kita satukan gerakan," ujar Rudy dalam kesempatan tersebut.
Forum Kampung Ramah Lingkungan: Dari Akar Rumput ke Kebijakan
Forum Kampung Ramah Lingkungan selama ini dikenal sebagai wadah warga yang aktif mengelola bank sampah, membuat lubang biopori, hingga menginisiasi taman-taman kampung di berbagai titik di Kabupaten Bogor. Kehadiran mereka di pendopo menjadi sinyal bahwa pemerintah mulai serius mendengar suara dari bawah.
Dalam diskusi, sejumlah pegiat menyampaikan kendala klasik yang tak kunjung usai: minimnya tempat pembuangan sampah terpadu di tingkat kecamatan dan sulitnya akses bibit tanaman untuk penghijauan. Rudy mencatat semua masukan itu dan berjanji akan menindaklanjuti dalam rapat koordinasi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Target ke Depan: Program Lingkungan yang Terukur
Pertemuan ini bukanlah akhir dari rangkaian diskusi. Rudy menyebut akan ada forum lanjutan yang melibatkan dinas teknis seperti Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Perumahan dan Permukiman. Targetnya, setiap masukan dari pegiat lingkungan bisa diintegrasikan ke dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun depan.
"Kami akan buat peta jalan bersama. Bukan hanya janji di atas kertas," kata Rudy menutup diskusi.