Ulama Dorong Pemkot Bogor Tekan Angka Pengangguran demi Cegah Praktik Game Online Terlarang

Penulis: Valdi Pratama  •  Kamis, 28 Mei 2026 | 12:45:40 WIB
Ulama di Bogor mendesak Pemkot untuk tekan angka pengangguran guna cegah praktik game online terlarang.

BOGOR — Kekhawatiran akan dampak sosial game online terlarang mendorong kalangan ulama di Kota Bogor untuk mendesak langkah konkret dari pemerintah daerah. Mereka menilai praktik ini tidak bisa dibiarkan karena menggerogoti moral dan masa depan generasi muda. Salah satu solusi yang didorong adalah penekanan angka pengangguran yang dinilai menjadi akar masalah.

Pengangguran Jadi Celah Masuknya Game Ilegal

Para ulama menilai bahwa tingginya angka pengangguran di Kota Bogor menciptakan celah bagi warga, khususnya anak muda, untuk mencari penghasilan instan melalui jalur terlarang. Game online ilegal kerap menawarkan iming-iming keuntungan cepat yang sulit ditolak oleh mereka yang tak punya pekerjaan.

“Ini alarm serius. Jika tidak ada lapangan kerja, anak-anak muda kita akan mencari jalan pintas. Game online terlarang adalah salah satu jebakannya,” ujar seorang tokoh ulama setempat dalam pertemuan dengan perwakilan Pemkot Bogor, baru-baru ini.

Dampak Sosial yang Mengkhawatirkan

Praktik game online terlarang tidak hanya merugikan secara ekonomi, tetapi juga mengancam kehidupan sosial warga. Kecanduan dan jeratan utang akibat permainan ini kerap memicu tindak kriminal dan keretakan dalam keluarga. Situasi ini dinilai sudah pada tahap yang perlu direspons serius oleh semua pihak.

Ulama mendorong Pemkot Bogor untuk tidak hanya fokus pada penindakan, tetapi juga pada upaya preventif. Menekan angka pengangguran melalui program pelatihan kerja dan pembukaan lapangan usaha baru dianggap sebagai langkah fundamental.

Apa Langkah Pemkot Selanjutnya?

Pemerintah Kota Bogor disebutkan telah mendengar masukan dari para ulama tersebut. Rencana untuk menggelar rapat koordinasi lintas sektor guna merumuskan strategi penanganan game online terlarang dan pengangguran tengah disiapkan. Belum ada keputusan resmi yang diumumkan, namun desakan dari tokoh agama ini menjadi tekanan moral bagi eksekutif untuk bergerak cepat.

Masyarakat pun berharap agar langkah nyata segera terlihat. Sebab, jika dibiarkan, dampak dari game online terlarang ini bisa meluas dan sulit dikendalikan. Para ulama berjanji akan terus mengawal isu ini hingga ada kebijakan yang berpihak pada keselamatan warga.

Reporter: Valdi Pratama
Sumber: radarbogor.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top