SUBANG — Sosialisasi yang menyasar masyarakat dan pelaku usaha di Kabupaten Subang ini menjadi bagian dari upaya bank bjb memperkenalkan sekaligus meningkatkan pemahaman terhadap fasilitas pembiayaan perumahan dan kredit produktif. Kegiatan tersebut juga menegaskan posisi bank bjb sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperluas akses pembiayaan yang berkelanjutan di sektor produktif.
Sejumlah instrumen diperkenalkan dalam forum tersebut. Salah satunya Kredit Program Perumahan (KPP) yang dinilai berperan penting mendukung aktivitas ekonomi kerakyatan, termasuk bagi warga yang menjalankan usaha berbasis tempat tinggal.
Siapa Saja yang Hadir di Aula Oman Syahroni
Kegiatan di Aula Oman Syahroni itu dihadiri Maruarar Sirait, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, serta Sid Herdi Kusuma, Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana BP Tapera. Turut hadir Mulya Permana, Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (BP3KP) Jawa II, dan Joko Suranto, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Realestat Indonesia (DPP REI).
Dari pemerintah daerah, hadir Herman Suryatman, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, dan Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, Bupati Subang. Keduanya memberikan perspektif dan dukungan terhadap penguatan program perumahan serta pembiayaan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Jajaran bank bjb yang hadir antara lain Budiatmo Sudradjat, Pemimpin Divisi Kredit UMKM; M. Aditya Wiradharma, Pemimpin Divisi KPR; Maman Rukmana, Pemimpin Divisi Dana Jasa & Konsumer; M. Fajar Firdaus, CEO Regional I bank bjb; serta Asep Wahyu Irawan, CEO Regional III bank bjb.
Portofolio FLPP dan Realisasi Pencairan Sepanjang 2026
Berdasarkan data portofolio bjb KPR Sejahtera FLPP sampai dengan 4 Oktober 2026, bank bjb mencatat total portofolio 41.383 debitur (NoA) dengan outstanding Rp 4,935 triliun. Sepanjang Januari hingga Oktober 2026, bank bjb merealisasikan pencairan FLPP kepada 2.492 debitur.
Total plafon pencairan tersebut mencapai Rp 404,98 miliar dengan outstanding pencairan Rp 399,40 miliar. Angka-angka ini menunjukkan peran bank bjb dalam penyaluran kredit perumahan bersubsidi di wilayah kerjanya.
BSPS di Subang Menyentuh 1.327 Penerima Bantuan
Selain FLPP, bank bjb menjadi mitra pemerintah dalam program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Khusus di Kabupaten Subang, program ini mencakup 1.327 penerima bantuan.
Program Bedah Rumah turut menggerakkan ekonomi masyarakat setempat dengan memberdayakan toko bangunan dan tukang bangunan sebagai supplier bahan bangunan serta pekerja renovasi. Kehadiran program hingga tingkat desa disebut menunjukkan komitmen bersama untuk memberikan manfaat yang tepat sasaran.
bank bjb mendukung kelancaran penyaluran Program Bedah Rumah melalui sistem dan layanan yang dirancang memudahkan penerima bantuan mengakses layanan perbankan. Mekanismenya dimulai dari validasi data penerima, pembukaan rekening secara terpusat, pemantauan status transaksi, hingga monitoring penyaluran dana secara terintegrasi.
Lebih dari 25 Ribu Penerima Bedah Rumah hingga September 2026
Sampai dengan bulan September 2026, bank bjb telah menyalurkan Program Bedah Rumah kepada lebih dari 25 ribu penerima bantuan. Kolaborasi pemerintah, perbankan, dan pihak terkait diharapkan terus memberikan dampak positif serta menghadirkan hunian lebih layak bagi masyarakat.
Dukungan terhadap BSPS memperlihatkan peran bank bjb dalam ekosistem perumahan tidak hanya berkaitan dengan pembiayaan kepemilikan rumah, tetapi juga peningkatan kualitas hunian. Program perumahan dinilai dapat memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat di berbagai wilayah Jawa Barat.
KPP Supply dan KPP Demand: Dua Skema Pembiayaan
bank bjb juga memperkuat perannya sebagai salah satu bank penyalur Kredit Program Perumahan (KPP) sejak 2025. KPP yang disalurkan terbagi menjadi dua layanan, yakni KPP Supply dan KPP Demand.
KPP Supply diarahkan kepada pelaku usaha dalam rantai penyediaan perumahan, meliputi developer atau pengembang perumahan, jasa konstruksi, serta toko material atau bangunan. Skema ini memberikan dukungan pembiayaan bagi sektor usaha yang berperan penting dalam keberlangsungan ekosistem perumahan.
KPP Demand menyasar masyarakat pelaku UMKM yang membutuhkan pembiayaan. Melalui dua skema tersebut, bank bjb berupaya memperluas akses pembiayaan perumahan sekaligus mendorong pertumbuhan usaha produktif di daerah.