JAWA BARAT — Tiga perusahaan afiliasi Haji Isam menggadaikan 5,29 miliar lembar saham PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) atau setara 92,38% ke Bank Mandiri pada 30 September 2026. Aksi korporasi ini berpotensi mengucurkan dana segar hingga Rp25,7 triliun yang disebut-sebut sebagai amunisi akuisisi saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN).
Paragraf pembuka: Direktur PGUN, Tamlikho, mengonfirmasi ketiga entitas afiliasi tersebut telah menandatangani perjanjian gadai saham. Ketiga perusahaan itu adalah PT Araya Agro Lestari, PT Citra Agro Raya, dan PT Baramega Citra Mulia Persada. Menurut Tamlikho, transaksi ini dilakukan sebagai jaminan atas fasilitas kredit yang diperoleh afiliasi perseroan.
Siapa Saja yang Menggadaikan Saham
PT Araya Agro Lestari, yang dikendalikan putri Haji Isam, Liana Saputri, menggadaikan 2,2 miliar lembar saham atau 38,44% dari total PGUN. PT Citra Agro Raya milik putranya, Jhony Saputra, menyetor 2,19 miliar lembar atau 38,25%. Sementara PT Baramega Citra Mulia Persada di bawah Grup Jhonlin menggadaikan 900 juta lembar atau 15,69%.
Jika dijumlahkan, total saham yang dijaminkan mencapai 5,29 miliar lembar. Angka itu setara 92,38% dari seluruh saham PGUN yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.
Berapa Dana yang Bisa Dikantongi
Mengacu harga PGUN di Rp9.750 per lembar pada akhir September 2026, dengan asumsi haircut 50%, nilai gadai saham ini berpotensi mencapai Rp25,7 triliun. Perhitungan itu memakai standar perbankan yang biasanya memotong separuh nilai agunan untuk mengantisipasi fluktuasi harga saham.
Angka tersebut menjadikan aksi korporasi ini salah satu yang terbesar di pasar modal Indonesia dalam beberapa waktu terakhir. Dana segar dari Bank Mandiri itu dinilai menjadi amunisi utama Haji Isam di tengah rencana akuisisi saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) milik Low Tuck Kwong.
Bukan Kali Pertama
Langkah gadai saham ini bukan yang pertama bagi grup usaha Haji Isam. Sebelumnya, emiten lainnya, PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR), juga telah melakukan aksi serupa untuk mendapatkan pendanaan dari perbankan. Pola ini menunjukkan strategi pendanaan yang konsisten dengan memanfaatkan portofolio saham sebagai agunan.
Dalam perjanjian terbaru terkait akuisisi Bayan Resources, porsi saham yang akan diambil alih bahkan ditingkatkan menjadi 30,25%. Peningkatan porsi itu mengindikasikan keseriusan Haji Isam untuk masuk ke salah satu produsen batu bara terbesar di Indonesia tersebut.
Dampak ke Pasar dan Investor
Bagi investor PGUN, gadai hampir seluruh saham oleh pemegang saham utama perlu dicermati. Jika fasilitas kredit bermasalah, bank berhak mengeksekusi agunan, yang bisa mengubah struktur kepemilikan emiten secara signifikan. Sebaliknya, jika akuisisi Bayan Resources berjalan mulus, nilai aset Haji Isam berpotensi melonjak.
Harga saham PGUN di Rp9.750 per lembar menjadi acuan valuasi gadai. Pergerakan harga saham ke depan akan memengaruhi besaran dana yang bisa ditarik dan risiko margin call dari Bank Mandiri.
Penutup: Manuver Haji Isam menggadaikan 92% saham PGUN ke Bank Mandiri menjadi sinyal kuat ambisinya mengakuisisi Bayan Resources. Dengan potensi dana Rp25,7 triliun, langkah ini menempatkan Grup Jhonlin sebagai salah satu pemain besar yang patut diperhitungkan di industri batu bara nasional.