TASIKMALAYA — Kabupaten Tasikmalaya menempati posisi penting sebagai penopang kependudukan di bentang kawasan selatan Jawa Barat. Data BPS Provinsi Jawa Barat tahun 2026 menunjukkan jumlah warga di wilayah ini melampaui 1,94 juta jiwa. Kontribusinya terhadap total penduduk Jawa Barat mencapai 3,80 persen.
Angka pertumbuhan penduduk Kabupaten Tasikmalaya berada di level 0,79 persen per tahun. Capaian itu lebih rendah dibanding rata-rata Provinsi Jawa Barat yang menyentuh 1,02 persen. Dinamika kependudukan di daerah ini memperlihatkan pola khas: pemukiman rapat di pusat administrasi berdampingan dengan hamparan wilayah yang masih lapang di pinggiran.
Singaparna Paling Sesak, Karangjaya Paling Longgar
Peta sebaran penduduk Kabupaten Tasikmalaya memperlihatkan perbedaan mencolok antara kawasan pusat pemerintahan dan wilayah pesisir perbukitan. Kecamatan Singaparna mencatat kepadatan tertinggi, yakni 3.016 jiwa per kilometer persegi, dengan populasi sekitar 74,8 ribu jiwa.
Peringkat kedua ditempati Kecamatan Rajapolah yang memiliki tingkat kepadatan 2.458 jiwa per kilometer persegi. Kondisi sebaliknya terjadi di wilayah pinggiran seperti Kecamatan Karangjaya dan Bojongasih.
Karangjaya menjadi kecamatan paling longgar dengan kepadatan hanya 260 jiwa per kilometer persegi. Populasinya sekitar 12,5 ribu jiwa. Ruang yang belum terisi padat di kawasan ini dinilai menyimpan potensi untuk pengembangan pertanian, pariwisata ekologis, hingga penataan permukiman berkelanjutan.
Rajapolah dan Bojongasih Catat Pertumbuhan Tertinggi
Kecepatan penambahan penduduk di setiap kecamatan mencerminkan pergerakan ekonomi warga lokal. Rajapolah dan Bojongasih memimpin laju pertumbuhan tertinggi dengan angka sama-sama 1,18 persen per tahun. Singaparna menyusul di posisi berikutnya dengan 0,93 persen per tahun.
Pertumbuhan pesat di wilayah tersebut didorong oleh lengkapnya sarana publik, pusat perdagangan, serta kemudahan akses mobilitas. Sebaliknya, Karangjaya yang berpenduduk paling jarang mencatat laju pertumbuhan terendah, yaitu 0,11 persen per tahun.
Ketimpangan laju pertumbuhan itu menjadi catatan bagi pemerintah daerah. Pemerataan sarana pendidikan, fasilitas kesehatan, serta aksesibilitas jalan dinilai perlu dipercepat agar pusat pertumbuhan tidak hanya terpusat di kawasan perkotaan.
Dukcapil Optimalkan Layanan Digital untuk Jutaan Warga
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Tasikmalaya terus mengoptimalkan pelayanan digital guna mengimbangi pergerakan jutaan warga. Pemerataan fasilitas penunjang seperti hunian layak, sanitasi, serta jaringan transportasi di kantong-kantong padat menjadi fokus krusial.
Langkah itu diperlukan agar penumpukan beban lingkungan di Singaparna dapat dicegah. Data kependudukan dan tingkat kepadatan di Kabupaten Tasikmalaya ini diolah dari BPS Kabupaten Tasikmalaya tahun 2026.