Pencarian

Ekonom CORE Nilai Industrialisasi Berorientasi Ekspor Kunci Jaga Neraca Dagang

Jumat, 18 September 2026 • 09:50:01 WIB
Ekonom CORE Nilai Industrialisasi Berorientasi Ekspor Kunci Jaga Neraca Dagang

JAWA BARAT — Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal menilai industrialisasi berorientasi ekspor perlu diperkuat untuk menjaga neraca perdagangan di tengah tekanan impor migas pada triwulan III 2026. Surplus neraca perdagangan Juli 2026 hanya tersisa 121,9 juta dolar AS, tergerus defisit migas yang mencapai 2,98 miliar dolar AS. Tanpa dorongan industri yang berorientasi ekspor, ruang surplus berpotensi menyempit dan berbalik menjadi defisit.

Faisal menyampaikan penilaian tersebut saat dihubungi ANTARA di Jakarta. Menurutnya, kenaikan harga minyak dunia memperbesar tekanan terhadap impor karena Indonesia merupakan negara pengimpor bersih minyak. Di luar sektor migas, ia juga mencermati kecenderungan pelemahan volume ekspor nonmigas.

"Kalau ingin supaya neraca perdagangan kita terus sehat, yang didorong memang industrialisasi dan industrinya tentu saja juga yang berorientasi ekspor, bukan hanya berorientasi impor," kata Faisal.

Surplus Juli 2026 Hanya Tersisa 121,9 Juta Dolar AS

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada Juli 2026, bulan pertama triwulan III, masih membukukan surplus 121,9 juta dolar AS atau sekitar Rp2,16 triliun. Ekspor tercatat 26,22 miliar dolar AS, sedangkan impor 26,09 miliar dolar AS.

Surplus tipis itu ditopang neraca nonmigas 3,10 miliar dolar AS atau sekitar Rp55,03 triliun. Angka tersebut nyaris habis untuk menutup defisit migas 2,98 miliar dolar AS atau sekitar Rp52,90 triliun. Nilai impor migas pada bulan yang sama mencapai 3,77 miliar dolar AS atau sekitar Rp66,93 triliun.

Struktur perdagangan itu menunjukkan betapa rentan posisi Indonesia terhadap fluktuasi harga minyak. Selama impor migas tetap besar, surplus nonmigas akan terus terkuras sebelum sempat memperkuat cadangan devisa.

Tekanan Diperkirakan Berlanjut Sepanjang Kuartal III

Faisal memperkirakan tekanan terhadap kinerja perdagangan masih berlangsung hingga akhir triwulan III. Ruang surplus berpotensi menyempit, bahkan tidak menutup kemungkinan neraca kembali defisit.

"Kemungkinan di kuartal ketiga memang tekanan terhadap kinerja perdagangan masih cenderung terjadi. Jadi, surplusnya akan cenderung menipis dan tidak menutup kemungkinan juga akan kembali defisit," ujarnya.

Pelemahan volume ekspor nonmigas menjadi perhatian tersendiri. Sektor ini selama ini menjadi penopang utama surplus karena permintaan komoditas dan produk manufaktur dari negara mitra dagang.

Manufaktur dan Hilirisasi Jadi Penopang Pascapandemi

Faisal menilai kinerja ekspor nonmigas Indonesia pascapandemi COVID-19 terbantu oleh peningkatan ekspor manufaktur. Produk turunan pertambangan yang berkembang melalui kebijakan hilirisasi turut menyumbang.

Namun, dorongan hilirisasi belum cukup menutup kebutuhan impor bahan baku dan barang modal. Industri yang tumbuh masih banyak berorientasi impor, sehingga nilai tambah yang tertahan di dalam negeri belum optimal.

Industrialisasi berorientasi ekspor dinilai menjadi jalan untuk memperbaiki struktur tersebut. Dengan menghasilkan barang jadi yang dijual ke pasar global, Indonesia bisa menekan ketergantungan impor sekaligus memperkuat posisi neraca perdagangan.

Apa Artinya bagi Pelaku Usaha dan Investor

Bagi pelaku usaha, arah kebijakan ini berarti insentif dan fasilitasi kemungkinan besar akan diarahkan ke sektor manufaktur yang berorientasi ekspor. Sektor yang bergantung pada impor bahan baku berpotensi menghadapi tekanan biaya lebih besar jika harga minyak terus naik.

Investor perlu mencermati kinerja ekspor nonmigas bulanan sebagai indikator awal. Pelemahan volume ekspor yang berlanjut dapat menekan prospek emiten di sektor komoditas dan manufaktur, sekaligus memengaruhi stabilitas rupiah.

Follow jabarviral.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks