Pencarian

Produser Oscar Jeremy Thomas Meninggal di Usia 77 Tahun

Sabtu, 12 September 2026 • 19:48:31 WIB
Produser Oscar Jeremy Thomas Meninggal di Usia 77 Tahun
Produser film Jeremy Thomas meninggal dunia pada usia 77 tahun.

JAWA BARAT — Kabar duka datang dari industri perfilman internasional. Jeremy Thomas, salah satu produser independen paling dihormati dengan karier lebih dari 50 tahun, meninggal dunia di usia 77 tahun.

Pria kelahiran London 1949 itu meninggalkan warisan berupa lebih dari 80 film yang ia produksi. Puncaknya terjadi pada 1988 ketika "The Last Emperor" arahan Bernardo Bertolucci meraih Oscar untuk kategori Best Picture.

Jejak Karier dari Ruang Editing ke Panggung Oscar

Thomas bukan sosok yang langsung duduk di kursi produser. Ia memulai karier di industri film setelah lulus sekolah dengan bekerja di ruang editing untuk sejumlah judul, termasuk "The Harder They Come" dan "Family Life".

Ia sempat bercita-cita menjadi sutradara. Namun jalannya berubah ke produksi, dengan kredit produser pertama lewat film "Mad Dog Morgan" (1976) yang digarap di Australia bersama sutradara Phillipe Mora.

Sepulang ke Inggris, Thomas mendirikan Recorded Pictures Company dan memproduksi "The Shout" (1978) arahan Jerzy Skolimowski. Film itu berkompetisi di Cannes dan membawa pulang Grand Prix de Jury.

Deretan Sutradara yang Bekerja Sama Dengannya

Nama Thomas identik dengan keberanian mendukung para sineas auteur. Ia memproduseri debut Jonathan Glazer "Sexy Beast", "Crash" karya David Cronenberg, "A Dangerous Method" arahan Christopher Hampton, dan "Merry Christmas Mr. Lawrence" garapan Nagisa Oshima.

Kolaborasinya melebar ke Jim Jarmusch, Takashi Miike, Werner Herzog, Terry Gilliam, Richard Linklater, Karel Reisz, Phillip Noyce, David Mackenzie, Ben Wheatley, hingga Wim Wenders. Banyak dari mereka bekerja dengan Thomas lebih dari satu film.

Proyek Terbaru dan Pengakuan Internasional

Di penghujung kariernya, Thomas masih aktif memproduksi. Ia menggarap "Bucking Fastard" arahan Herzog yang dibintangi Rooney dan Kate Mara, dan tayang perdana di Venice Film Festival pekan lalu.

Kolaborasinya dengan Miike, "Bad Lieutenant: Tokyo", dijadwalkan world premiere di Toronto Film Festival pada 14 September. Dua proyek ini menegaskan Thomas tetap bekerja hingga akhir hayatnya.

Pada 2006, ia menerima European Film Award untuk Outstanding European Achievement in World Cinema. Lima belas tahun kemudian, Thomas hadir di Cannes sebagai subjek dokumenter Mark Cousins berjudul "The Storms of Jeremy Thomas".

Ia juga muncul dalam dokumenter Luca Guadagnino, "Joie De Vivre", yang tayang perdana di Venice dan mengulas sosok Bertolucci lewat kacamata sinema, seni, dan kehidupannya.

Latar Keluarga di Dunia Film

Darah perfilman Thomas mengalir dari keluarganya. Ia putra sutradara Ralph Thomas yang dikenal lewat seri film "Doctor", dan keponakan Gerald Thomas, sutradara di balik seluruh seri "Carry On".

Dengan rekam jejak itu, kepergian Thomas menutup satu bab penting dalam ekosistem film independen dunia. Produser yang menempatkan visi sutradara di atas hitungan komersial jangka pendek kini kehilangan salah satu pendukung terkuatnya.

Follow jabarviral.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: variety.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks