TASIKMALAYA — Para pengemudi becak berusia senja di Kota Tasikmalaya kini bisa mengayuh tanpa menghabiskan banyak tenaga. Sebanyak 220 unit becak listrik diserahkan langsung di Lapangan Bale Kota Tasikmalaya, Selasa (8/9/2026) pagi.
Program ini digagas Presiden Prabowo Subianto dan direalisasikan oleh Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN). Penerima bantuan diprioritaskan bagi pengemudi becak yang berusia 55 tahun ke atas.
Becak Listrik Berdaya Angkut 250 Kilogram
Becak listrik yang dibagikan memiliki baterai berkapasitas 450 watt. Dalam kondisi baterai penuh, kendaraan diklaim mampu menempuh jarak hingga 40 kilometer.
Waktu pengisian daya hanya membutuhkan 1–2 jam. Jika daya habis di tengah jalan, becak tetap bisa dikayuh secara manual seperti becak biasa.
Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha Yayasan GSN, Mayjen TNI (Purn) Firman Dahlan, menegaskan program ini dirancang Presiden Prabowo sebelum menjabat. “Ini bukan pencitraan atau kegiatan instan. Ini berdasarkan nurani dan perhatian Bapak Presiden kepada kita semuanya,” ujarnya.
Larangan Menjual atau Menggadaikan Becak
Firman mengingatkan para penerima agar becak listrik tidak dijual, digadaikan, disewakan, atau dipindahtangankan. Bantuan ini diberikan secara cuma-cuma dan menjadi aset berharga bagi pengemudi.
Penerima juga diminta mempertahankan stiker identitas kendaraan dan tidak mengubah kabel kelistrikan. “Bantuan ini gratis. Jika ada pihak yang meminta biaya, segera laporkan ke Yayasan GSN,” imbaunya.
Pemkot Siapkan Titik Pengisian Daya
Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan menyambut baik program tersebut. Pemkot bahkan memperkenalkan identitas lokal “Bekel Tasik”, akronim dari Becak Elektronik Tasik.
Dua titik pengisian daya saat ini telah tersedia di Taman Kota dan kantor PLN. Pemkot berencana menambah fasilitas pengisian kendaraan listrik di sejumlah lokasi strategis lainnya.
Viman tidak berhenti pada elektrifikasi kendaraan. Para pengemudi becak juga akan diintegrasikan ke dalam ekosistem ekonomi digital melalui platform Tasik Hub agar layanan becak lebih mudah diakses masyarakat.
“Teknologi harus membuat manusia lebih berdaya. Kebijakan harus terasa sampai kepada masyarakat, dan pemerintah harus hadir bagi mereka yang bekerja dalam senyap,” ujar Viman.
Pengemudi Sepuh: “Atoh Pisan”
Bantuan ini disambut haru para pengemudi becak yang telah menekuni profesinya puluhan tahun. Iwan Ridwan (63), warga Tawang, mengaku becak listrik membuat pekerjaannya jauh lebih ringan.
“Atoh pisan, aseut kabantu pisan. Lebih gampang, lebih ka enteng kana tanagi teh, ari tos sepuh mah,” kata Iwan.
Hal serupa disampaikan Dayat Hidayat (73), warga Cipeurang Kulon yang menjadi pengemudi becak sejak 1970. “Alhamdulillah pisan… Geus kurang tanaga ayeuna aya ieu nu masihan,” tuturnya.
Program 220 becak listrik ini diharapkan tidak sekadar mempertahankan transportasi tradisional di Kota Tasikmalaya, tetapi juga mendorong transformasinya agar relevan dengan perkembangan teknologi dan ekonomi digital.