Pencarian

7 Kesalahan Membuat Susu Formula yang Sering Tak Disadari Orang Tua

Kamis, 27 Agustus 2026 • 16:48:31 WIB
7 Kesalahan Membuat Susu Formula yang Sering Tak Disadari Orang Tua
Ahli gizi menunjukkan cara menyeduh susu formula dengan takaran yang tepat sesuai petunjuk kemasan.

JAWA BARAT — Membuat susu formula bukan sekadar mencampur bubuk dengan air lalu mengocoknya. Ada prinsip keamanan dan kecukupan gizi yang harus diperhatikan di balik setiap sendok takarnya.

Ahli Gizi Sumatera Utara, Bibi Ahmad Chahyant, S.Gz., M.Si., menegaskan bahwa ketepatan takaran, kebersihan peralatan, suhu air, hingga cara penyimpanan menentukan aman tidaknya susu yang dikonsumsi bayi.

“Ketepatan takaran susu formula, menjaga kebersihan, suhu air, dan cara penyimpanan sangat menentukan keamanan dan kecukupan gizi bagi bayi,” ujarnya, Kamis (27/8/2026).

1. Takaran Susu yang Tidak Sesuai Petunjuk

Kesalahan pertama yang paling sering terjadi adalah mengabaikan saran penyajian pada kemasan. Sendok takar yang digunakan pun kerap bukan bawaan dari produk susu formula tersebut.

Padahal, setiap merek memiliki kepadatan bubuk yang berbeda. Menggunakan sendok dari merek lain bisa membuat susu terlalu encer atau terlalu pekat, yang akhirnya mengganggu pencernaan dan ginjal bayi.

2. Kebersihan Peralatan dan Tangan yang Terlewat

Botol, dot, dan sendok takar yang tidak dicuci bersih bisa menjadi sarang bakteri. Jangan lupa juga untuk mencuci tangan dengan sabun hingga bersih sebelum mulai menyiapkan susu.

Kebiasaan kecil ini sering terlewat saat ibu buru-buru menenangkan bayi yang menangis. Padahal, kebersihan adalah garis pertahanan pertama melawan infeksi.

3. Suhu Air yang Tidak Tepat

Banyak orang tua menyeduh susu dengan air panas mendidih, atau justru menggunakan air dingin yang tidak sesuai standar. Suhu air yang tidak tetap ini bisa merusak kandungan nutrisi dalam susu.

Idealnya, gunakan air matang dengan suhu sekitar 70 derajat Celsius untuk membunuh bakteri, lalu dinginkan hingga suhu yang aman sebelum diberikan pada bayi.

4. Menghangatkan Susu Berulang Kali

Susu yang sudah diseduh sebaiknya langsung diminum dalam waktu maksimal dua jam. Jika bayi tidak menghabiskan susunya, sisa tersebut sebaiknya dibuang, bukan disimpan atau dihangatkan kembali.

Menghangatkan susu berulang kali akan memicu pertumbuhan bakteri yang bisa menyebabkan diare pada bayi. Lebih baik membuat susu dalam jumlah sedikit tapi sering, daripada banyak tapi terbuang.

5. Melewatkan Membaca Petunjuk di Kemasan

Setiap produk susu formula memiliki panduan penyajian yang berbeda. Ada yang membutuhkan takaran air lebih banyak, ada pula yang punya aturan khusus soal suhu.

Meluangkan waktu sebentar untuk membaca petunjuk di kemasan bisa mencegah kesalahan yang berdampak pada kesehatan anak. Jangan pernah menganggap semua merek susu formula sama.

ASI Tetap yang Terbaik

Di tengah berbagai kemudahan susu formula, penting untuk diingat bahwa air susu ibu (ASI) merupakan pilihan terbaik bagi bayi. Susu formula hanyalah pengganti ketika kondisi tertentu tidak memungkinkan ibu memberikan ASI eksklusif.

Ketua Bidang Pendidikan dan Sertifikasi Asosiasi Nutrisionis Indonesia (AsNI) itu menegaskan bahwa ASI tetap menjadi standar emas nutrisi bayi yang tidak bisa digantikan oleh produk apapun.

Memperbaiki cara menyeduh susu formula adalah langkah kecil yang berdampak besar. Dengan memperhatikan kebersihan, takaran, dan suhu, ibu sudah memberikan yang terbaik untuk tumbuh kembang si kecil.

Follow jabarviral.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: mistar.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks