Pencarian

Kredit di Priangan Timur Tumbuh 3,26 Persen Jadi Rp58,19 Triliun, Didominasi Konsumsi Rumah Tangga

Kamis, 27 Agustus 2026 • 01:32:32 WIB
Kredit di Priangan Timur Tumbuh 3,26 Persen Jadi Rp58,19 Triliun, Didominasi Konsumsi Rumah Tangga
Kredit perbankan di Priangan Timur tumbuh 3,26 persen menjadi Rp58,19 triliun hingga Juni 2026, didominasi kredit konsumsi.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya mencatat penyaluran kredit perbankan di wilayah Priangan Timur, Jawa Barat, mencapai Rp58,19 triliun hingga Juni 2026. Angka ini tumbuh 3,26 persen secara tahunan (year on year/yoy), dengan komposisi terbesar masih berasal dari kredit konsumsi yang menyentuh Rp30,87 triliun.

TASIKMALAYA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya menyebut pertumbuhan kredit di Priangan Timur mencapai 3,26 persen (yoy) menjadi Rp58,19 triliun pada Juni 2026. Dari total tersebut, porsi kredit konsumsi mendominasi dengan nilai Rp30,87 triliun atau setara 53,06 persen dari keseluruhan penyaluran dana.

"Dari sisi penyaluran kredit berdasarkan jenis penggunaannya, struktur kredit di Priangan Timur masih didominasi oleh kredit konsumsi sebesar Rp30,87 triliun atau 53,06 persen," kata Kepala OJK Tasikmalaya Nofa Hermawati di Kota Tasikmalaya, Rabu.

Wilayah Priangan Timur yang menjadi cakupan OJK Tasikmalaya meliputi Kabupaten Garut, Kabupaten Sumedang, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya, Kota Banjar, Kabupaten Ciamis, dan Kabupaten Pangandaran.

Porsi Kredit UMKM Capai 42,70 Persen, Usaha Mikro Mendominasi

Selain kredit konsumsi, penyaluran kredit untuk sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga tercatat signifikan. OJK Tasikmalaya mencatat realisasi kredit UMKM mencapai Rp24,84 triliun atau 42,70 persen dari total kredit di Priangan Timur.

Sementara itu, kredit non-UMKM tercatat sebesar Rp33,34 triliun atau 57,30 persen dari total penyaluran. Berdasarkan skala usahanya, kredit UMKM masih didominasi oleh usaha mikro dengan nilai Rp15,70 triliun atau 63,20 persen dari total kredit UMKM.

Disusul usaha kecil yang menyerap kredit sebesar Rp7,28 triliun atau 29,31 persen, dan usaha menengah sebesar Rp1,87 triliun atau 7,50 persen. "Kondisi tersebut menunjukkan bahwa perbankan tetap memiliki peran penting dalam mendukung pembiayaan sektor UMKM sebagai salah satu penggerak perekonomian daerah," ujar Nofa.

Kredit Investasi dan Modal Kerja Masih Tertinggal

Di luar kredit konsumsi, penyaluran kredit investasi tercatat sebesar Rp19,12 triliun atau 32,85 persen dari total kredit. Adapun kredit modal kerja baru mencapai Rp8,20 triliun atau 14,09 persen dari total penyaluran dana perbankan di wilayah tersebut.

Nofa menuturkan dominasi kredit konsumsi tersebut menunjukkan tingginya peran sektor rumah tangga dalam menopang pertumbuhan penyaluran kredit di Priangan Timur. Hal ini sekaligus menjadi sinyal bahwa perbankan masih mengandalkan permintaan pembiayaan dari masyarakat untuk kebutuhan harian.

Aset Industri Jasa Keuangan Tumbuh 4,54 Persen

Secara keseluruhan, OJK Tasikmalaya menilai Industri Jasa Keuangan (IJK) di Priangan Timur berada dalam kondisi stabil dan terjaga hingga Juni 2026. Hal ini tecermin dari pertumbuhan total aset sebesar 4,54 persen (yoy) menjadi Rp90,94 triliun.

Dana Pihak Ketiga (DPK) di wilayah ini juga mengalami peningkatan sebesar 7,60 persen (yoy) menjadi Rp37,13 triliun. Pertumbuhan DPK yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit menunjukkan likuiditas perbankan di Priangan Timur masih cukup longgar untuk mendukung ekspansi pembiayaan ke depan.

Follow jabarviral.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jabar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks