Pencarian

SDN 5 Cimanggu Pangandaran Buktikan Keterbatasan Fasilitas Bukan Halangan, Inovasi Pendekar Silat Angkat Kearifan Lokal Sunda

Kamis, 27 Agustus 2026 • 01:27:31 WIB
SDN 5 Cimanggu Pangandaran Buktikan Keterbatasan Fasilitas Bukan Halangan, Inovasi Pendekar Silat Angkat Kearifan Lokal Sunda
Murid SDN 5 Cimanggu mengikuti kegiatan pembelajaran yang mengusung program Pendekar Silat berbasis kearifan lokal Sunda di Pangandaran, Jawa Barat.

PANGANDARAN — Keterbatasan sarana prasarana tidak menghalangi SDN 5 Cimanggu di Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, untuk berinovasi. Sekolah ini justru menjadikan kearifan lokal Sunda sebagai fondasi utama dalam membangun karakter peserta didik. Gagasan tersebut diwujudkan oleh Yogi Muhamad Fauji melalui program bernama Pendekar Silat, akronim dari Pendidikan Karakter Siliwangi Siap Melesat.

Program ini lahir dari keprihatinan terhadap tantangan zaman, mulai dari pergeseran sosial, derasnya arus teknologi, hingga beragamnya latar belakang keluarga murid. Yogi menekankan bahwa nilai budaya Sunda tidak boleh berhenti sebagai teori yang dihafal, melainkan harus dipraktikkan dalam keseharian.

"Gagasan ini berawal dari kebutuhan guna memperkuat tanggung jawab, kedisiplinan, kepedulian sosial, serta kesantunan murid. Kami mencoba menjadikan budaya yang dekat dengan kehidupan mereka sebagai bagian dari proses pembentukan karakter," kata Yogi, Selasa (25/8/2026).

Empat Prinsip Filosofi Siliwangi yang Diterapkan di Sekolah

Inovasi ini mengadopsi falsafah Sunda Siliwangi yang diterjemahkan menjadi empat prinsip praktis dalam kegiatan belajar mengajar. Keempat prinsip itu menjadi panduan bagi guru dan murid dalam berinteraksi sehari-hari.

Prinsip pertama, Silih Asah atau saling belajar dan mengembangkan kemampuan. Penerapannya dilakukan lewat kegiatan literasi, numerasi, dan pembelajaran RAMAH (Rekognisi, Analisis, Membuat, Aksi Lanjut, dan Hasil Belajar), serta program MARLIN (Merdekakan Anak Raih Literasi dan Numerasi). Para guru juga rutin menggelar forum silaturahmi untuk meningkatkan kompetensi.

Prinsip kedua, Silih Asih atau saling mengasihi, diwujudkan melalui program SOMÉAH (Sadar Kana Lampah Éling Kana Kahadean) untuk mengasah kesantunan. Selain itu, ada SABILULUNGAN yang melatih kepedulian sosial dan gotong royong antar-murid.

Kunjungan Guru ke Rumah Murid dan Pembiasaan Kebaikan

Prinsip ketiga, Silih Asuh atau saling membimbing, diterapkan lewat SAJABAR (Solat Berjamaah jeung Ibadah Rutin) dan budaya Raresik (Rajin Beberes Sadar Kana Kabersihan). Yang menarik, ada program TATANGI (Taliti, Tanggap, Ngajugjug Imah) berupa kunjungan guru ke rumah murid untuk mempererat hubungan sekolah dan keluarga.

Adapun prinsip keempat, Silih Wawangian atau saling menyebarkan kebaikan, dijalankan melalui gerakan NGARUMAT (Ngalakukeun, Ngajaga, Nembongkeun jeung Nularkeun Kahadéan). Gerakan ini menjadi pembiasaan berbuat baik dan membagikan inspirasi kepada orang lain.

Yogi menegaskan, pendidikan karakter tidak akan berhasil jika hanya mengandalkan ceramah. Guru di SDN 5 Cimanggu harus menjadi teladan nyata dalam kedisiplinan, etos kerja, komunikasi santun, dan kepedulian kepada seluruh murid.

"Karakter tidak cukup diceramahkan. Guru harus memberikan contoh melalui sikap dan perilaku sehari-hari," tegasnya.

Kolaborasi Tiga Pilar Pendidikan dan Dampak Nyata

Program ini berjalan optimal berkat kolaborasi erat antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Melalui kunjungan TATANGI serta platform SIGMA (Sistem Informasi Guru dan Manajemen Administrasi), perkembangan karakter anak dapat dipantau bersama secara menyeluruh, baik di sekolah maupun di rumah.

Dampaknya mulai terlihat nyata. Iklim SDN 5 Cimanggu berubah menjadi lebih kolaboratif. Murid menunjukkan kemajuan dalam kesantunan dan kepedulian lingkungan, sementara para guru semakin aktif berbagi praktik baik.

Raih Penghargaan dan Rencana Pengembangan ke Depan

Atas keberhasilan ini, SD Negeri 5 Cimanggu meraih penghargaan Anugerah Gapura Pancawaluya Kategori Madya Jenjang SD/MI se-Kabupaten Pangandaran Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2025. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa inovasi berbasis budaya lokal mampu bersaing di tingkat provinsi.

Ke depan, sekolah berencana memperkuat program ini dengan menyiapkan Bank Aktivitas Karakter berbasis kearifan lokal. Program tersebut akan diintegrasikan ke dalam Kurikulum Satuan Pendidikan agar dapat dijadikan referensi, bahan lokakarya, dan diimbaskan ke sekolah-sekolah lain.

"Pendidikan karakter yang paling bermakna bukan hanya yang tertulis dalam dokumen sekolah. Karakter harus terlihat dari cara murid berbicara, bersikap, bekerja sama, menjaga lingkungan, menghormati orang lain, serta melakukan kebaikan tanpa harus diperintah," tutup Yogi Muhamad Fauji.

Follow jabarviral.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: harapanrakyat.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks