TASIKMALAYA — Kobaran api yang melahap tumpukan sampah di TPA Nangkaleah diperkirakan telah menghanguskan lahan seluas lebih dari 5 hektare. Ketua Forum Komunikasi Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Tasikmalaya, Jembar Adisetya, menyebutkan api pertama kali dilaporkan oleh warga pada Rabu dini hari dan sudah membesar saat tim tiba di lokasi.
"Kami langsung bergerak ke lokasi bersama tim Damkar, TNI, dan Polri sesaat setelah menerima laporan kejadian pada dini hari," kata Jembar kepada ANTARA di Garut, Rabu.
Kendala Sumber Air dan Tebalnya Tumpukan Sampah
Proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala signifikan. Ketebalan tumpukan sampah dan sifat material yang mudah terbakar membuat api cepat merambat dan sulit dipadamkan dari permukaan.
Keterbatasan sumber air di sekitar lokasi menjadi tantangan terberat. Mobil pemadam kebakaran harus bolak-balik menempuh jarak cukup jauh untuk mengisi ulang tangki air, memperlambat upaya pembasahan area yang terbakar.
Asap Masuk ke Permukiman, Warga Diminta Waspada
Meski lokasi TPA relatif jauh dari permukiman, kepulan asap tebal dilaporkan telah mencapai rumah-rumah warga di sekitar. Tim gabungan mengimbau warga untuk menggunakan masker guna menghindari dampak langsung gangguan pernapasan.
"Kita sedang berusaha agar api tidak meluas, walaupun jauh dari permukiman warga, namun asap sudah masuk ke pemukiman warga di sekitar, dan kita hanya sebatas imbauan saja penggunaan masker," ujar Jembar.
Upaya Pemadaman Terus Diperkuat
Sebanyak tujuh unit mobil damkar dan tangki air dikerahkan ke lokasi, dibantu personel dari TNI. Kepala UPTD Damkar Kabupaten Tasikmalaya, Agus Toni, mengatakan tim berhasil memutus jalur kobaran api agar tidak meluas ke seluruh area TPA maupun menjalar ke lahan dan pemukiman di sekitarnya.
Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Namun, dugaan awal mengarah pada banyaknya material mudah terbakar di dalam tumpukan sampah, termasuk limbah baterai bekas yang berpotensi memicu panas dan api.
"Banyaknya barang-barang yang mudah terbakar di dalam tumpukan sampah membuat material cepat menyala dan api merambat dengan sangat cepat," kata Agus.