CIREBON — Sebanyak 529 siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Cirebon resmi memiliki rekening bank pertamanya melalui program Simpanan Pelajar (SimPel). Pembukaan rekening massal ini menjadi puncak peringatan Hari Indonesia Menabung (HIM) 2026 yang digelar di Kabupaten Cirebon, Rabu (26/8/2026).
Kegiatan ini dihadiri Bupati Cirebon H. Imron, Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Cirebon, serta jajaran Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Indonesia (Perbarindo) Komisariat Cirebon. Total 540 siswa turut hadir dalam acara yang mengusung semangat kecakapan mengelola keuangan sejak dini tersebut.
Menabung Bagian dari Pendidikan Karakter
Bupati Cirebon H. Imron menegaskan bahwa kebiasaan menabung tidak bisa dilepaskan dari pembentukan karakter anak. Menurutnya, aktivitas menyisihkan uang mengajarkan nilai kedisiplinan dan tanggung jawab sejak dini.
"Menabung bukan sekadar menyisihkan uang. Di dalamnya terdapat nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kemampuan menentukan prioritas, dan kebiasaan merencanakan masa depan. Karena itu, budaya menabung harus kita tanamkan sejak dini sebagai bagian dari pendidikan karakter anak-anak kita," ujar Imron dalam sambutannya.
Imron menilai Sekolah Rakyat memiliki posisi strategis untuk membentuk kemandirian dan kecakapan hidup peserta didik. Pemerintah Kabupaten Cirebon menyatakan dukungan penuh terhadap penguatan kolaborasi bersama OJK dan industri jasa keuangan untuk memperluas akses keuangan bagi generasi muda.
Bukan Sekadar Momentum Tahunan
Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib menegaskan bahwa peringatan Hari Indonesia Menabung tidak boleh berhenti sebagai seremoni tahunan. OJK mendorong agar kebiasaan menabung tertanam hingga anak-anak mampu membedakan kebutuhan dan keinginan.
"Kami ingin Hari Indonesia Menabung tidak berhenti sebagai sebuah momentum tahunan. Lebih dari itu, kami ingin menumbuhkan kebiasaan. Karena ketika menabung sudah menjadi kebiasaan sejak dini, anak-anak akan belajar mengelola keuangan, memahami kebutuhan dan keinginan, serta mulai merencanakan masa depan," jelasnya.
OJK Cirebon terus menggencarkan edukasi melalui Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) dan program inklusi keuangan bagi pelajar. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Cirebon menambahkan bahwa penguatan budaya menabung harus melibatkan sekolah, orang tua, dan industri jasa keuangan secara berkelanjutan.
Apresiasi untuk Lembaga Keuangan Terbaik
Dalam kesempatan tersebut, OJK Cirebon memberikan penghargaan kepada lembaga jasa keuangan dengan capaian terbaik dalam Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR). Perumda BPR Majalengka dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk KC Majalengka meraih kategori KEJAR Termasif.
Untuk kategori KEJAR Tertinggi, penghargaan diberikan kepada PT Perseroda BPR Kuningan dan PT BPD Jawa Barat dan Banten Tbk KC Kuningan. Sementara Financial Literacy Award (FLA) Segmen Pelajar diraih PT Perseroda BPR Kuningan dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk KC Cirebon.
Perbarindo Komisariat Cirebon menilai BPR dan BPRS memiliki posisi strategis karena dekat dengan masyarakat. Selain menyediakan akses layanan keuangan, BPR juga berperan dalam memberikan edukasi dan membangun kebiasaan menabung di lingkungan sekitar.