GARUT — Prestasi membanggakan diukir para atlet pelajar asal Kabupaten Garut di ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Tingkat Nasional 2026. Mereka menyumbangkan empat medali bagi kontingen Jawa Barat yang total mengumpulkan 18 medali, terdiri dari 10 emas, 3 perak, dan 5 perunggu, di Jakarta pada 17–23 Agustus 2026.
Kontribusi Garut datang dari dua cabang olahraga, yakni renang dan pencak silat. Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa pembinaan olahraga usia sekolah di daerah selatan Jawa Barat tersebut mulai menunjukkan hasil di level tertinggi kompetisi pelajar nasional.
Siswi SMPN 2 Tarogong Kidul Raih Emas dan Perunggu Renang
Bintang utama Garut di ajang ini adalah Kalula Akira Althafunnisa. Pelajar SMPN 2 Tarogong Kidul itu mempersembahkan medali emas setelah menjadi yang tercepat di nomor renang 50 meter gaya bebas kategori SMP.
Kalula tidak berhenti di situ. Pada nomor 50 meter gaya punggung, ia kembali naik podium dengan meraih medali perunggu. Dua medali sekaligus ini menempatkannya sebagai salah satu atlet paling produktif dari Garut di O2SN Nasional 2026.
Pencak Silat Garut Sumbang Emas dan Perunggu
Dari cabang pencak silat, Edward Hamzi Mulabia, siswa SD IT Persis Tarogong, berhasil merebut medali emas kategori putra tingkat SD. Sementara itu, Adam Maulana dari SMPN 1 Cikajang menambah perolehan medali perunggu untuk kategori putra tingkat SMP.
Raihan ini memperlihatkan bahwa pembinaan atlet pelajar di Garut tidak hanya terpusat pada satu cabang olahraga. Renang dan pencak silat terbukti mampu bersaing dan menjadi lumbung medali bagi kontingen Jawa Barat.
Fondasi Pembinaan Atlet Masa Depan
Keberhasilan Kalula, Edward, dan Adam di tingkat nasional menjadi modal penting bagi pemangku kepentingan olahraga di Kabupaten Garut. Prestasi ini bukan sekadar torehan angka, melainkan indikator bahwa sistem latihan dan pendampingan yang berkelanjutan mulai berbuah.
Peran sekolah, pelatih, dan orang tua menjadi faktor kunci di balik capaian ini. Dukungan tersebut terbukti mampu mengantarkan atlet pelajar Garut berkompetisi dengan percaya diri melawan wakil dari berbagai provinsi lain.
Bagi Jawa Barat, total 10 medali emas yang diraih dari cabang atletik, renang, pencak silat, panjat tebing, dan bulutangkis menegaskan dominasi pembinaan usia dini di provinsi ini. Data yang dipublikasikan BBPMP Jawa Barat menunjukkan konsistensi prestasi yang patut dipertahankan.
Tantangan berikutnya bagi Garut adalah menjaga keberlanjutan prestasi ini. Kompetisi seperti O2SN harus menjadi pemicu untuk terus mencari dan mengembangkan bibit-bibit atlet baru agar pembinaan olahraga pelajar di daerah tidak berhenti sebagai capaian sesaat.