Penyerang Persib Bandung, Ramon Tanque, menilai kepindahan markas sementara ke Stadion Si Jalak Harupat (SJH), Kabupaten Bandung, tidak akan banyak mengubah keadaan karena laga play-off AFC Champions League (ACL) II melawan Manila Digger dipastikan berlangsung tanpa penonton. Hukuman larangan suporter dari AFC ini menjadi sorotan utama pemain asal Brasil tersebut jelang laga Senin (31/8). Persib terpaksa pindah kandang karena kondisi rumput Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) yang belum siap.
BANDUNG — Bagi Ramon Tanque, sekeras apa pun persiapan di lapangan, atmosfer pertandingan tanpa kehadiran Bobotoh terasa hambar. Ia justru menyoroti ketiadaan suporter pada laga play-off ACL II melawan Manila Digger, bukan soal berpindahnya venue pertandingan dari Stadion GBLA ke Stadion Si Jalak Harupat (SJH), Kabupaten Bandung.
"Mengenai bermain di stadion lain (SJH), saya rasa tidak akan banyak mengubah keadaan karena pintu stadion akan tertutup (tanpa penonton). Jadi, tidak akan ada suporter," ungkap Ramon dalam pernyataan resminya, Senin (31/8).
Hukuman AFC Imbas Kerusuhan Lawan Ratchaburi FC
Keputusan bermain di SJH memang bukan tanpa alasan. Manajemen Persib memastikan laga kontra Manila Digger digelar di markas alternatif tersebut demi memberikan ruang optimal bagi proses pemeliharaan dan pemulihan rumput Stadion GBLA.
Namun, faktor terbesar yang membuat laga ini terasa berbeda adalah hukuman dari AFC. Dilarangnya penonton hadir merupakan sanksi lanjutan atas kerusuhan yang terjadi pasca-pertandingan Persib melawan Ratchaburi FC musim lalu. Ramon pun berharap kejadian serupa tak terulang agar klub kesayangan Bobotoh tidak menerima hukuman yang lebih berat lagi.
Persib Tak Asing dengan SJH
Meski dihadapkan pada situasi tanpa dukungan langsung dari tribun, tim asuhan Igor Tolic tidak merasa asing dengan lingkungan pertandingan. Ramon menegaskan, skuadnya sudah terbiasa dengan lapangan SJH karena kerap menggunakannya pada turnamen pramusim Piala Presiden 2026.
"Lagipula, belakangan ini kami juga selalu bermain di sana saat Piala Presiden, jadi kami sudah terbiasa bermain di stadion tersebut," kata Ramon.
Jadwal dan Ancaman Grup Berat di ACL II
Laga hidup-mati melawan Manila Digger menjadi penentu langkah Persib di kompetisi antarklub Asia. Jika mampu melewati hadangan tim asal Filipina tersebut, Maung Bandung akan tergabung di Grup E ACL II.
Di grup tersebut, Persib sudah ditunggu lawan-lawan berat seperti FC Seoul dari Korea Selatan, Melbourne City FC asal Australia, dan wakil Vietnam, The Cong-Viettel. Kehilangan poin di kandang sendiri tentu akan mempersulit langkah Persib di babak penyisihan grup nanti.