Pencarian

Wamenko Pangan Hanif Faisol Sebut Stok Bulog Jadi Jurus Jaga Harga Pangan di Tengah El Nino, Cek HET Jadi Acuan

Kamis, 20 Agustus 2026 • 22:06:31 WIB
Wamenko Pangan Hanif Faisol Sebut Stok Bulog Jadi Jurus Jaga Harga Pangan di Tengah El Nino, Cek HET Jadi Acuan
Stok Bulog menjadi kunci pemerintah menjaga stabilitas harga pangan di tengah proyeksi dampak El Nino.

INDRAMAYU — Pemerintah memastikan ketersediaan pasokan pangan tetap aman meski proyeksi El Nino berpotensi memicu lonjakan harga di sejumlah daerah. Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Pangan Hanif Faisol menyebut cadangan pangan pemerintah yang tersimpan di gudang Bulog menjadi kunci utama dalam operasi stabilisasi.

“Kenaikan harga pokok memang salah satunya diproyeksikan dipengaruhi oleh El Nino,” kata Hanif seusai melakukan kunjungan kerja di Desa Lobener Lor, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, Kamis (20/8/2026).

Menurut Hanif, keseimbangan antara pasokan dan permintaan menjadi faktor krusial yang terus dipantau. Pemerintah tidak hanya mengandalkan beras dari cadangan pusat, tetapi juga melibatkan cadangan beras pemerintah daerah (CBPD) sebagai instrumen tambahan.

“Ini gunanya untuk menjaga pada saat terjadi fluktuasi harga,” ujarnya.

Evaluasi Harga dan Intervensi Pasar

Hanif menegaskan pemerintah akan melakukan evaluasi berkala jika harga komoditas di pasar mulai menjauh dari harga eceran tertinggi (HET). Hasil evaluasi ini menjadi dasar untuk menentukan langkah intervensi yang tepat di lapangan.

Sejumlah langkah konkret telah disiapkan, mulai dari penyaluran bantuan pangan, operasi pasar melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), hingga pembangunan warung pangan di berbagai wilayah.

“Ini semua digunakan untuk melakukan stabilisasi di nasional,” jelas Hanif.

Pemantauan Melibatkan BI dan Kemendagri

Untuk memastikan langkah tepat sasaran, pemerintah tidak bekerja sendiri. Hanif menyebut pemantauan perkembangan harga dilakukan bersama Bank Indonesia, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), dan Badan Pangan Nasional.

Tantangan di lapangan cukup kompleks. Dengan jumlah penduduk sekitar 288,3 juta jiwa yang tersebar di ribuan pulau, karakteristik kebutuhan pangan setiap daerah berbeda-beda. Kondisi geografis yang beragam membuat pola distribusi dan konsumsi tidak bisa disamaratakan.

“Ini menanganinya dinamis sekali dan karakteristiknya berbeda-beda,” ujarnya.

Menjaga Harga Petani dan Daya Beli Konsumen

Di tengah upaya stabilisasi, pemerintah juga dihadapkan pada dilema klasik: menjaga keuntungan petani sekaligus memastikan harga tetap terjangkau bagi konsumen. Hanif mengakui menjaga dua kepentingan ini secara bersamaan bukan perkara mudah.

“Harga produksi yang baik bisa dinikmati petani, tetapi harga pembelian yang murah yang ekonomis bisa dinikmati oleh konsumen. Jadi, ini yang dijaga dua-duanya,” kata Hanif.

Pemerintah menilai stabilitas harga pangan merupakan fondasi utama menjaga daya beli masyarakat dan ketahanan pangan nasional. Karena itu, pemantauan akan terus diperketat, terutama menjelang dinamika cuaca yang dipengaruhi El Nino.

Follow jabarviral.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: ciremaitoday.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks