SUMEDANG — BPBD Kabupaten Sumedang mencatat enam kecamatan mulai mengalami krisis air bersih pada pekan ketiga Agustus ini. Pasokan air bersih pun dikirim secara bertahap ke wilayah terdampak untuk memenuhi kebutuhan dasar warga sehari-hari.
Berdasarkan data BPBD setempat, enam kecamatan yang masuk daftar rawan kekeringan tersebut adalah Darmaraja, Cimanggung, Cimalaka, Cisarua, Ujungjaya, dan Pamulihan.
Enam Wilayah Rawan Kekeringan di Sumedang
Keenam kecamatan itu tersebar di sejumlah titik wilayah Sumedang, baik di bagian utara maupun selatan. Kondisi ini dipicu oleh menurunnya debit sumber air di musim kemarau.
BPBD menyebut pasokan air bersih menjadi prioritas utama untuk memastikan kebutuhan warga tetap terpenuhi selama puncak kemarau berlangsung.
Distribusi Air Bersih Dilakukan Bertahap
Distribusi air bersih dilakukan secara intensif oleh BPBD Kabupaten Sumedang. Penyaluran difokuskan ke titik-titik yang paling membutuhkan, terutama di kawasan yang sumur dan mata airnya mulai mengering.
Warga di wilayah terdampak diimbau untuk menggunakan air secara bijak dan hemat selama masa tanggap kekeringan ini.
BPBD juga terus memantau perkembangan kondisi di lapangan untuk mengantisipasi meluasnya wilayah rawan kekeringan di Kabupaten Sumedang.