TASIKMALAYA — Empat kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya melaporkan dampak kekeringan yang mulai meluas, mendorong pemerintah daerah bergerak cepat menyalurkan bantuan air bersih dan pompa pertanian. Wilayah yang terdampak meliputi Cikawungading di Kecamatan Cipatujah, Mandalasari di Kecamatan Bojonggambir, Sukaherang di Kecamatan Singaparna, dan Pasirbeunying di Kecamatan Mangunreja.
BPBD dan PDAM Siaga Salurkan Air ke Permukiman Kering
Wakil Bupati Tasikmalaya Asep Sopari Al Ayubi mengatakan, BPBD telah turun ke lapangan untuk menanggulangi kekurangan air dengan cara membagikan air bersih secara langsung ke warga. "Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sudah turun untuk melakukan penanggulangan kekurangan air dengan cara membagikan air bersih," ujarnya di Tasikmalaya, Selasa.
Pemkab juga menginstruksikan jajaran terkait untuk melakukan mitigasi bencana agar dampak kekeringan tidak meluas ke wilayah lain. Kondisi ini, menurut Asep, merupakan siklus musiman yang sudah biasa terjadi di Indonesia, sehingga penanganan terintegrasi harus selalu siap.
Pompa Sumur Resapan Disiapkan untuk Jaga Ketahanan Pangan
Selain air bersih, pemerintah daerah menyiapkan mesin pompa untuk menarik air dari sumur resapan guna mengairi lahan pertanian yang terdampak kekeringan. Langkah ini diambil untuk menjaga ketahanan pangan di tengah musim kemarau. "Kami saat ini telah menyiapkan pompa-pompa sumur resapan air dan pompa pertanian demi menjaga ketahanan pangan daerah," kata Asep.
Bantuan pompa tersebut diharapkan bisa menyelamatkan area persawahan yang mulai kekeringan, terutama di titik-titik yang sulit dijangkau oleh jaringan irigasi utama.
Antisipasi Dua Musim: Kelebihan Air Saat Hujan, Kekeringan Saat Kemarau
Asep Sopari mengingatkan bahwa pola cuaca di Indonesia yang hanya mengenal dua musim menuntut kesiapsiagaan sepanjang tahun. "Saat musim hujan kita rawan kelebihan air, sementara musim kemarau rawan kekeringan," ucapnya.
Pemkab Tasikmalaya pun memastikan akan terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan mempercepat distribusi bantuan ke desa-desa yang melaporkan krisis air bersih. Warga di empat kecamatan yang sudah terdampak saat ini masih mengandalkan pasokan air dari mobil tangki dan sumur pompa yang disediakan oleh BPBD.