MAJALENGKA — Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa pengaktifan kembali Bandara Husein Sastranegara, Bandung, tidak akan mengganggu peran strategis Bandara Kertajati di Majalengka. Pemerintah justru tengah menggenjot optimalisasi bandara tersebut sebagai kawasan perawatan pesawat dan pusat industri kebandarudaraan.
GMF Mulai Pindahkan Perawatan Helikopter ke Kertajati
Dudy mengungkapkan bahwa PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF) saat ini sudah dalam proses memindahkan kegiatan perawatan helikopter ke Bandara Kertajati. Langkah ini menjadi sinyal awal bahwa bandara tak hanya difungsikan untuk penerbangan komersial, melainkan juga sebagai pusat maintenance, repair, and overhaul (MRO).
"Kita terus mendorong Kertajati untuk dioptimalkan," kata Menhub dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.
Lockheed Martin Bahas Pembangunan Fasilitas Hercules
Tak hanya GMF, Kementerian Pertahanan juga tengah menjajaki kerja sama dengan pabrikan asal Amerika Serikat, Lockheed Martin. Rencananya, fasilitas perawatan pesawat Hercules akan dibangun di kawasan Kertajati. Hal ini memperkuat posisi bandara sebagai hub perawatan pesawat militer dan komersial di Indonesia bagian barat.
Menurut Dudy, pemerintah telah memiliki konsep pengembangan kawasan industri penerbangan atau aviation park di Kertajati. Kawasan ini dirancang untuk menampung berbagai aktivitas pendukung kebandarudaraan.
Pemerintah Terbuka untuk Semua Aktivitas Penerbangan
Menhub menegaskan bahwa Kementerian Perhubungan tidak hanya fokus pada operasional penerbangan, tetapi juga pada pengembangan industri aviasi di sekitar bandara. Semua kegiatan yang berkaitan dengan kebandarudaraan akan didukung penuh.
"Jadi tidak hanya penerbangan tapi juga kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan penerbangan, seperti 'maintenance' dan sebagainya itu kita dorong supaya bisa memanfaatkan Bandara Kertajati," ujarnya.
Dudy menambahkan, pihaknya terbuka terhadap seluruh kegiatan yang mendukung optimalisasi bandara, baik di sektor penerbangan maupun industri pendukung. "Kita fokusnya adalah bagaimana supaya bandara tersebut itu bisa beroperasi secara optimal," bebernya.