Pencarian

BYD Bongkar Pusat Riset Terpusat, Lima Merek Kini Punya Tim Pengembangan Sendiri

Sabtu, 20 Juni 2026 • 22:25:31 WIB
BYD Bongkar Pusat Riset Terpusat, Lima Merek Kini Punya Tim Pengembangan Sendiri
BYD membubarkan pusat riset terpusat dan membentuk lima tim pengembangan merek mandiri.

JAWA BARAT — Langkah besar diambil BYD untuk mengatasi perlambatan penjualan dan persaingan internal antar merek. Dikutip dari Car News China, Sabtu pekan lalu, pabrikan asal Shenzhen ini membubarkan struktur terpusat Automotive Engineering Research Institute dan menggantinya dengan lima pusat riset terpisah.

Masing-masing pusat riset baru akan langsung berada di bawah merek Dynasty, Ocean, Denza, Fang Cheng Bao, dan Yangwang. Konsekuensinya, sejumlah insinyur dari divisi teknik pusat akan dipindahkan ke tim pengembangan di setiap merek.

Divisi Pusat Fokus ke Teknologi Inti, Bukan Produk Jadi

Divisi teknik pusat BYD tidak benar-benar dibubarkan, tapi perannya dipersempit. Ke depannya, unit ini hanya akan menggarap teknologi fundamental seperti pengembangan baterai Blade, platform kendaraan listrik, dan arsitektur elektronik.

Sementara itu, urusan pengembangan produk, desain kendaraan, hingga penyesuaian sasis sepenuhnya diserahkan ke masing-masing merek. Dengan kata lain, tim Dynasty dan Ocean kini punya kewenangan penuh menentukan karakter produknya sendiri tanpa harus menunggu keputusan dari pusat.

Setiap Merek Wajib Cetak Laba Sendiri, Kecuali Yangwang

Restrukturisasi ini juga mengubah model bisnis internal BYD secara fundamental. Dynasty, Ocean, Denza, dan Fang Cheng Bao kini diwajibkan mencapai target profitabilitas masing-masing. Hanya Yangwang, merek kendaraan premium termahal, yang untuk sementara dikecualikan dari kewajiban ini.

Konsekuensinya, setiap merek akan dikenakan biaya internal saat memanfaatkan teknologi dan aset bersama milik grup. Kebijakan ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi biaya dan memperjelas tanggung jawab bisnis di setiap lini.

Mengurai Konflik Internal Dynasty vs Ocean

Salah satu alasan utama perombakan ini adalah tumpang tindih produk yang sudah berlangsung lama. Portofolio BYD membentang dari harga 100.000 yuan (setara Rp 260 jutaan) hingga lebih dari 1 juta yuan (Rp 2,6 miliar).

Penggunaan platform yang sama pada segmen harga berdekatan dinilai memicu kanibalisasi, terutama antara lini Ocean dan Dynasty. Dengan struktur baru, setiap merek diharapkan bisa lebih fokus pada target pasarnya masing-masing tanpa saling memakan pangsa.

Penjualan Anjlok di Tengah Ekspansi Premium

Perombakan ini terjadi di saat kritis bagi BYD. Penjualan perusahaan tercatat turun sekitar 20 persen pada lima bulan pertama tahun 2026, dengan total hanya 1,405 juta unit kendaraan terjual.

Di saat bersamaan, BYD justru tengah gencar memperkuat penetrasi di segmen premium. Sejumlah model baru seperti SUV keluarga Great Tang dan sedan listrik Seal 08 sudah disiapkan untuk diluncurkan dalam waktu dekat. Struktur baru ini diharapkan bisa membuat proses pengembangan produk lebih responsif terhadap kebutuhan pasar dan tren konsumen yang berubah cepat.

Bagikan
Sumber: otomotif.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks