Pencarian

Turkish Aerospace Incar Kertajati Jadi Pusat Perakitan Pesawat, Dorong Ekosistem Dirgantara Jabar

Rabu, 10 Juni 2026 • 12:37:01 WIB
Turkish Aerospace Incar Kertajati Jadi Pusat Perakitan Pesawat, Dorong Ekosistem Dirgantara Jabar
Turkish Aerospace menjajaki Kertajati sebagai lokasi pusat perakitan pesawat di Indonesia.

BANDUNG — Turkish Aerospace belum menetapkan lokasi pasti untuk pusat perakitan pesawat terbang di Indonesia. Kawasan Kertajati, Majalengka, muncul sebagai salah satu kandidat terkuat.

Managing Director PT Turkish Aerospace Indonesia, Adi Aviantoro, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah menjajaki beberapa daerah. “Saat ini kita ada beberapa pilihan (daerah), belum diputuskan. Mungkin teman-teman juga sudah dengar cerita mengenai GMF yang diberikan fasilitas di Kertajati, ke depannya juga mungkin arahnya akan ke sana,” ujarnya dalam rilis, Rabu (10/6/2026).

Mengapa Kertajati dan Jawa Barat Dilirik?

Keputusan Turkish Aerospace melirik Indonesia bukan tanpa alasan. Industrialization Operations Manager Turkish Aerospace, Emrah Ekri, menilai Indonesia memiliki sumber daya manusia yang kompetitif, terutama dari keberadaan jurusan kedirgantaraan di sejumlah perguruan tinggi di Bandung.

“Indonesia memiliki sumber daya manusia yang kompetitif, kemampuan industri yang terus berkembang, serta posisi strategis di kawasan. Dengan pengembangan ekosistem yang kuat dan berkelanjutan, Indonesia memiliki peluang besar untuk memainkan peran yang lebih signifikan dalam rantai pasok dirgantara global,” kata Ekri.

Potensi ini sudah coba dimanfaatkan Turkish Aerospace sejak 2022. Perusahaan itu memilih Indonesia sebagai pusat strategis di Asia Tenggara untuk mendukung kebutuhan global di bidang engineering services. Komitmen tersebut diwujudkan lewat pendirian PT Turkish Aerospace Indonesia.

Kolaborasi Lintas Sektor di IAEF 2026

Upaya memperkuat posisi Indonesia di pasar global ini turut dibahas dalam Indonesia Aerospace Ecosystem Forum (IAEF) 2026 yang digelar di Bandung. Forum ini mempertemukan pelaku industri, pemerintah, akademisi, dan mitra internasional.

Sejumlah pemangku kepentingan utama hadir, seperti Kementerian PPN/Bappenas, PT GMF AeroAsia Tbk, dan PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB). Kehadiran mereka mencerminkan komitmen bersama memajukan industri dirgantara nasional.

Dalam forum tersebut, Indonesia dinilai memiliki modal fondasi yang kuat untuk memanfaatkan momentum kebutuhan dunia akan pesawat. Modal itu meliputi kapasitas manufaktur dalam negeri yang terus berkembang, ketersediaan SDM kompetitif di bidang teknologi, serta semakin banyaknya perusahaan nasional yang mampu memenuhi standar ketat industri berteknologi tinggi.

Apa Dampaknya bagi Ekosistem Lokal?

Jika realisasi pusat perakitan di Kertajati terwujud, dampaknya tidak hanya dirasakan Turkish Aerospace. Ekosistem industri dirgantara di Jawa Barat diprediksi bakal semakin terintegrasi.

Adi Aviantoro mendorong kolaborasi lintas sektor demi memperkokoh posisi Indonesia di dalam rantai pasok global. “Ke depannya mungkin arahnya akan ke sana,” ujarnya merujuk pada Kertajati yang sudah difasilitasi untuk GMF AeroAsia.

Langkah ini sekaligus memperkuat posisi Kertajati sebagai kawasan industri strategis di Jawa Barat. Kawasan itu dinilai memiliki infrastruktur pendukung yang memadai untuk menopang kegiatan manufaktur skala besar.

Bagikan
Sumber: money.kompas.com

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks