JAWA BARAT — Dalam pertemuan di Yangwang Business Research Institute 2026 pada pertengahan Mei lalu, Wang Chuanfu secara terbuka memaparkan kendala yang tengah dihadapi perusahaannya. Antusiasme tinggi tercatat merata di seluruh lini produk, mulai dari seri Dynasty dan Ocean hingga merek premium seperti Denza dan Yangwang. Kondisi ini memaksa BYD untuk bekerja ekstra di tengah tekanan rantai pasok komponen utama.
Flash Charging Generasi Baru Pemicu Lonjakan Permintaan
Teknologi pengisian daya cepat menjadi daya tarik utama yang mendorong membeludaknya pesanan. BYD mengklaim sistem flash charging generasi terbaru mampu mengisi baterai dari 10 persen ke 70 persen hanya dalam lima menit. Untuk mencapai kapasitas hampir penuh, pengguna hanya butuh waktu sekitar sembilan menit.
Kemampuan ini dimungkinkan berkat kehadiran Blade Battery generasi kedua yang didukung infrastruktur pengisian ultra cepat berdaya hingga 1.500 kW. Sejumlah model yang sudah mengadopsi teknologi ini antara lain BYD Atto 3 versi terbaru, SUV Sealion 08, serta Great Tang EV. Khusus untuk Atto 3 terbaru, jarak tempuh yang diklaim mencapai 630 kilometer berdasarkan standar pengujian CLTC.
Ekspansi Infrastruktur dan Kapasitas Produksi Baterai
Wang optimistis angka penjualan bulanan akan terus positif seiring penambahan kapasitas produksi baterai baru yang segera beroperasi secara bertahap. BYD juga terus mempercepat perluasan fasilitas manufaktur untuk mengimbangi pertumbuhan pasar kendaraan listrik global yang dinamis.
Di sisi infrastruktur, perusahaan tidak tinggal diam. Hingga pertengahan Mei 2026, BYD telah mengoperasikan 5.979 stasiun flash charging yang tersebar di 312 kota di seluruh China. Target ambisius dicanangkan untuk membangun hingga 20 ribu stasiun pengisian cepat di pasar domestik sebelum akhir tahun. Rencana ekspansi juga merambah ke kancah internasional dengan target tambahan 6.000 unit stasiun di berbagai negara.
Dengan strategi integrasi antara kendaraan canggih dan ekosistem pengisian daya yang mumpuni, BYD berupaya keras mengatasi tantangan operasional saat ini. Dukungan teknologi baterai terbaru diharapkan menjadi solusi jangka panjang atas tingginya permintaan pasar yang sempat terhambat oleh keterbatasan pasokan.