BEKASI — Peristiwa sadis menggemparkan warga Perumahan Grand Galaxy City, Bekasi Selatan, akhir pekan lalu. Seorang anak laki-laki berusia dua tahun ditemukan tewas bersimbah darah di dalam kamar rumahnya dengan puluhan luka tusuk. Polisi yang tiba di lokasi langsung mengamankan seorang pria berusia 20 tahun yang tak lain adalah tetangga korban.
Motif Pelaku: Kalah Game, Lampiaskan Amarah ke Balita
Hasil pemeriksaan awal kepolisian mengungkap motif yang mencengangkan. Pelaku mengaku kesal dan emosi usai kalah dalam permainan daring. Tanpa berpikir panjang, ia mengambil pisau dapur dan mendatangi rumah korban yang saat itu hanya ditemani ibunya.
“Pelaku masuk ke dalam rumah dengan alasan meminjam charger handphone. Saat ibu korban lengah, pelaku langsung membawa korban ke kamar dan melakukan penganiayaan,” ujar Kapolres Metro Bekasi Kota kepada wartawan, Senin (17/3).
Korban Alami 32 Luka Tusuk, Jasad Ditemukan Ibu
Ibu korban baru menyadari kejadian nahas itu setelah mendengar suara tangisan meredam dari dalam kamar. Ia kemudian mendobrak pintu dan mendapati anaknya sudah tergeletak dengan luka parah di sekujur tubuh. Dari hasil visum, ditemukan 32 luka tusuk di bagian dada, leher, dan punggung balita malang tersebut.
“Kami masih mendalami apakah ada pengaruh alkohol atau obat-obatan terlarang saat kejadian. Pelaku saat ini masih dalam pemeriksaan intensif,” tambah Kapolres.
Pelaku Terancam Pasal Pembunuhan Berencana
Polisi menjerat pelaku dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana subsider Pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup atau hukuman mati. Barang bukti berupa satu bilah pisau dapur dan pakaian korban yang berlumuran darah telah diamankan.
Warga sekitar mengaku kaget karena pelaku dikenal sebagai pribadi yang pendiam dan tidak pernah menunjukkan gelagat mencurigakan. “Dia sering main game sampai larut malam. Tapi nggak nyangka bisa separah ini,” ujar seorang tetangga yang enggan disebut namanya.
Peringatan bagi Orang Tua: Jangan Biarkan Anak Sendiri dengan Orang Tak Dikenal
Psikolog forensik yang dihubungi secara terpisah menilai kasus ini menjadi alarm keras bagi para orang tua. “Gangguan kontrol emosi akibat kecanduan game bisa memicu perilaku impulsif ekstrem. Orang tua harus lebih waspada terhadap siapapun yang diizinkan masuk ke rumah,” ujarnya.
Jenazah korban telah dimakamkan di TPU setempat pada Minggu (16/3) pagi. Polisi masih mendalami kemungkinan adanya tersangka lain dan terus mengembangkan penyelidikan terkait riwayat kesehatan mental pelaku.